Wabup Suiasa Presentasikan Inovasi Garbasari Di Hadapan Tim Panelis KIPP

  • Bagikan
Wabup Suiasa Presentasikan Inovasi Garbasari Di Hadapan Tim Panelis KIPP
Wabup Suiasa didampingi Kadiskes Nyoman Gunarta dan Perbekel Punggul Kadek Sukarma melakukan presentasi program Garbasari dari Ruang Command Centre Puspem Badung, Senin (13/7/2020). foto Humas Badung.
KEMBARA.ID,BADUNG-Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Kesehatan dr. Nyoman Gunarta dan Perbekel Punggul Kadek Sukarma melakukan presentasi  program Garbasari secara daring di hadapan Tim Panelis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2020 yang diselenggarakan Kemenpan RB dari Ruang Command Centre Puspem Badung, Senin (13/7/2020).

Dihadapan Tim Panelis, Wabup Suiasa memaparkan Gerakan Badung Sehat 1000 Hari Pertama Kehidupan (Garbasari) adalah bentuk inovasi Pemkab Badung dalam upaya mendukung kebijakan pencegahan stunting yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Garbasari merupakan suatu gerakan yang sinergis dan berkelanjutan yang melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Garbasari memiliki pengertian yang mengakomodir kearifan lokal Bali, dimana GARBA memiliki arti kandungan dan SARI memiliki arti inti/benih kehidupan. Sehingga secara filosofi Garbasari merupakan upaya pemeliharaan sumber kehidupan mulai dari dalam kandungan sebagai upaya pencegahan stunting,” papar Suiasa.

Baca juga:

BREAKING NEWS: Pasar Kidul Bangli Ditutup, 35 Pedagang Positif Covid-19

Ni Kadek Ayu Tertangkap Tangan di Abiansemal, Berawal dari Tawarkan Produk Perawatan Tubuh

Update Covid-19 Bali 13 Juli 2020: Pasien Positif Capai 2.257 Orang, 1.508 Orang Sembuh

Lebih lanjut Suiasa menambahkan Garbasari hadir sebagai solusi inovatif dari prevalensi stunting yang mencapai 25,24 % pada tahun 2018 dan adanya keterbatasan tenaga kesehatan untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat serta dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dampak stunting bagi kehidupan.

Garbasari dalam implementasinya melalui pendekatan budaya lokal, dimana secara filosofi khususnya di Bali memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Dikatakan Garbasari diinisiasi pada bulan Agustus 2018, dipersiapkan pada bulan Januari sampai bulan April 2019 dan dicanangkan oleh Bupati Badung pada tanggal 10 Mei 2019 di Desa Kekeran. Dalam pelaksanaanya, Sinergitas OPD dan Pemerintahan Desa (Pemdes) dalam mendukung Garbasari tercermin dalam tergabungnya lintas OPD dan Pemdes dalam Tim Terpadu Penanggulangan Stunting Kabupaten Badung sesuai dengan Tupoksi masing-masing.

  • Bagikan