Wabup di Bali Rogoh Kocek Pribadi Bantu Dua Anak Tanpa Ortu di Mengwitani, Lunasi Tunggakan Sekolah 24 Bulan

  • Bagikan
Wabup di Bali Rogoh Kocek Pribadi Bantu Dua Anak Tanpa Ortu di Mengwitani, Lunasi Tunggakan Sekolah 24 Bulan
Wakil Bupati I Ketut Suiasa saat mengunjungi keluarga kurang mampu di Br. Panca Dharma Pupuan Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Jumat (10/7/2020) Foto Humas Badung.
KEMBARA.ID,BADUNG-Sungguh mulia tindakan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Secara pribadi ia mengeluarkan biaya dari kantongnya untuk membantu dua anak kurang mampu tanpa orangtua, ketika dirinya berkunjung ke Br. Panca Dharma Pupuan Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Jumat (10/7/2020).

Wabup I Ketut Suiasa, membantu melunasi biaya sekolah anak kurang mampu ini yang sudah ditunggak selama 24 bulan.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan sembako untuk mengurangi beban mereka selama pandemi covid-19.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kembara.id, dijelaskan dalam kunjungan ini Wabup Suiasa didampingi Kadis Kesehatan I Nyoman Gunarta, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana Perbekel Desa Mengwitani I Putu Sumardita, Bendesa Adat I Putu Wendra, Kelian Dinas Pupuan I Made Sunarta serta BPD Dinas Pupuan Putu Wiarsa.

Baca juga:

Pantau Penerapan New Normal, Wabup Suiasa Tinjau Objek Wisata di Carangsari dan Taman Ayun

Seniasih Giri Prasta Motivasi Kader Wujudkan Keluarga Sehat, Maju dan Mandiri

Keluarga kurang mampu ini terdiri dari dua bersaudara yakni I Made Widiantara dan Ni Komang Sukmadewi. 

Made Widiantara (19) dan Ni Komang Sukma Dewi (11) hanya tinggal berdua, setelah ayah mereka meninggal dunia sekitar tujuh tahun silam kemudian ibu mereka menikah lagi.

Sedangkan kakak satu-satunya kedua anak ini, kini sedang sakit dan harus diikhlaskan dirawat di RSJ karena mengalami gangguan jiwa.

Kakek dan nenek yang diharapkan bisa membesarkan dan mendidik mereka serta memberikan kasih sayang juga telah pergi untuk selamanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Made Widiantara yang berstatus pelajar kelas XII di SMA Widia Brata Mengwi harus bekerja paruh waktu untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya dirinya, melainkan adiknya juga harus bekerja setiap hari dengan upah kecil demi mencukupi kebutuhan makan sehari -hari.

Made Widiantara harus bekerja membantu membersihkan warung, dimulai dari sore setelah pulang sekolah dengan penghasilan tidak menentu terkadang sebulan Rp 500 ribu.

  • Bagikan