Video ABK Indonesia Diduga Diperlakukan bak Budak hingga Temuan Mayat di Kapal China, Susi Pudjiastuti Khawatir Kasus Benjina Terulang

  • Bagikan
Video ABK Indonesia Diduga Diperlakukan bak Budak hingga Temuan Mayat di Kapal China, Susi Pudjiastuti Khawatir Kasus Benjina Terulang
ABK Indonesia tewas di kapal China.
KEMBARA.ID – Dunia maya Indonesia dua hari terakhir ini viral dengan adanya berita mengejutkan terkait ABK Indonesia yang diduga diperlakukan seperti budak di salah satu kapal pencari ikan milik Tiongkok.

Sejumlah ABK asal Indonesia yang berkerja di kapal tersebut mengalami perlakuan yang tidak manusiawi yang menyebabkan beberapa dari mereka meninggal dunia.

Kabar ini pertama kali disiarkan oleh salah satu televisi Korea Selatan MBC News yang kemudian diulas dan dibagikan oleh seorang Youtuber Korea bernama Jang Hansol di chanel youtube miliknya, Korea Reomit, pada Rabu (6/5/2020).

Baca juga: Miris, Pemesan PSK Datang ke Hotel Pakai Mobil Dinas, Berawal di Facebook

Baca juga: Jasad Wanita Ditemukan Dalam Kardus, Ada Surat Cinta: Saya Sangat Mencintai Elvina

Dalam ulasannya, Jang Hansol menyebut perlakuan tidak manusiawi diterima para ABK asal Indonesia di kapal milik China itu.

Beberapa ABK yang diduga tidak tahan dengan perlakukan tersebut sampai meninggal dunia.

Jenazah mereka kemudian “dibuang” ke laut.

Kejadian ini pun akhirnya viral di lini masa twitter hingga menduduki peringkat pertama trending topik.

Tanggapan Susi Pudjiastuti

Mantan Menteri kelautan dan Perikanan Perode 2014-2019, Susi Pudjiastuti akhirnya angkat bicara mengenai adanya kasus ini.

Dalam Cuitannya di twitter dilansir kompas.com, Ibu Susi (sapaan akrab Susi Pudjiastuti) mengatkan kejadian ini kembali menjadi salah satu alasan mengapa Ilegal Fishing harus dihentikan.

Baca juga: Berbagi 2.000 Paket Sembako, Kadek Maharani: Lebih Baik Bahu Membahu Daripada Saling Menyalahkan

Baca juga: Terdengar Teriakan ‘Allahu Akbar’ dan ‘La ilaha illallah’ dari Kamar Didi Kempot

Ia menyebut ilegal fishing hanya dapat berhenti apabila ada kerjasama internasional yang serius ingin menangani ini.

“Illegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF) = Kejahatan yg mengambil kedaulatan sumber daya ikan kita = sumber protein = Ketahanan pangan= TENGGELAMKAN !!!!!!!! Saya sudah teriak sejak tahun 2005,” kata Susi dalam cuitannya, Kamis (7/5/2020).

  • Bagikan