Update Covid-19 Denpasar 7 November 2020, Pasien Sembuh Terus Bertambah

  • Bagikan
Update Covid-19 Denpasar 7 November 2020, Pasien Sembuh Terus Bertambah
Dewa Rai Juru Bicara Covid-19 Denpasar. ist
KEMBARA.ID, DENPASAR-Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar masih menemukan adanya penambahan kasus sembuh dan kasus positif Covid-19.

Pada Sabtu (7/11) tercatat penambahan kasus sembuh sebanyak 13 orang dan kasus positif diketahui bertambah 15 orang yang tersebar di 10 wilayah desa/kelurahan.

Berdasarkan Data GTPP Covid-19 Kota Denpasar, Desa Pemecutan Kelod mencatatkan penambahan kasus positif tertinggi dengan 4 kasus baru.

Disusul Desa Dauh Puri Kelod dan Desa Pemogan yang mencatatkan penambahan kasus positif baru sebanyak 2 orang.

Sementara itu, sebanyak 7 Desa/Kelurahan mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing sebanyak 1 orang. Sedangkan 33 desa/kelurahan tercatat nihil peambahan kasus baru.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar, Sabtu (7/11) menjelaskan kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan.

GTPP pun turut memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya tidak terkendali.

Seperti halnya hari ini di Desa Pemecutan Kelod yang mengalami penambahan kasus sebanyak 4 orang.

“Hari ini Update Covid-19 Kota Denpasar tercatat kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 13 orang sembuh dan kasus positif tercatat bertambah sebanyak 15 orang, untuk Desa Pemecutan Kelod GTPP telah berkordinasi untuk memaksimalkan pencegahan penularan, sehingga penyebaran kasus dapat dikendalikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan beragam upaya akan terus dilaksanakan guna mendukung pencegahan penularan.

Sehingga bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius GTPP Covid-19 Kota Denpasar.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil callling atau dor to dor, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

“Mari bersama sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

  • Bagikan