Tutup Pintu Kamar Cewek 21 Tahun, Oknum Polisi Minta Oral Seks dan Hubungan Badan, Uang Korban pun Diambil

  • Bagikan
Tutup Pintu Kamar Cewek 21 Tahun, Oknum Polisi Minta Oral Seks dan Hubungan Badan, Uang Korban pun Diambil
KEMBARA.ID- Seorang wanita berinisial Mis (21) melaporkan oknum anggota polisi yang bertugas di Polda Bali dengan inisial Briptu RCN.

Mis memberanikan diri mempolisikan RCN karena tak terima diperlakukan semena-mena.

Tim Paminal Polda Bali pun bergerak cepat mencari bukti-bukti untuk mengungkap kasus tersebut.

Petugas pun melakukan olah TKP di kamar kos korban di Jalan Pulau Galang, Banjar Gunung, Denpasar, Sabtu (19/12/2020).

Dari hasil olah TKP, Polisi berhasil mengamankan pakaian dalam, handuk, dan alat kontrasepsi.

Mis sempat memperagakan beberapa adegan dalam olah TKP itu.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, pemilik ponsel, dan penghuni kos yang menjadi TKP.

Mis juga telah menjalani visum.

Kuasa Hukum Mis, Charlie Usfunan mengungkapkan, kasus itu berawal saat korban menjajakan diri atau booking order (BO) melalui aplikasi Mi Chat, Selasa (15/12/2020) sekitar pukul 23.30 WITA.

Kemudian, ada pelanggan yang membooking korban.

Setelah bersepakat lewat chat di aplikasi, keduanya pun bertemu di TKP.

Saat korban dan pelanggannya akan melakukan hubungan intim, pintu kamar korban pun diketuk.

Ketika pintu dibuka, Briptu RCN telah berada di depan pintu dan mengaku akan melakukan penggerebekan.

“Saat dibuka, ada orang (oknum polisi) mengatakan diri anggota dan menunjukkan tanda pengenal anggota kepolisian. Dari, situ kepanikan korban dan beberapa kali dikatakan akan membawa (korban) ke kepolisian karena melakukan hubungan prostitusi,” jelas Charlie dikutip dari Kanal Bali.

Pelanggan korban kemudian bergegas pergi meninggalkan TKP, aksi tak terpuji pun terjadi.

Mis diminta melakukan oral seks dan melakukan hubungan layaknya suami istri oleh Briptu RCN.

Uang korban pun diambil sebesar Rp 200 ribu.

Direskrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Darmawan mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Kita lagi dampingi korban oleh penyidik PPA dan penyidik dan penyidik Bidpropam Bali untuk menerima pengaduan dan melakukan proses sidik lebih lanjut. Demikian sementara yang bisa disampaikan,” katanya.(*)

  • Bagikan