Tiga Dokter dan 20 Tenaga Medis Puskesmas I Denbar Dikarantina, Pelayanan Kesehatan Dibatasi

  • Bagikan
Tiga Dokter dan 20 Tenaga Medis Puskesmas I Denbar Dikarantina, Pelayanan Kesehatan Dibatasi
Puskesmas I Denpasar Barat (foto Bali Tribune.co.id)
KEMBARA.ID,DENPASAR-Sebanyak 23 orang staf di Puskesmas I Denpasar Barat (Denbar) di Jalan Gunung Rinjani, Tegal Harum, Denpasar dikarantina.

Mereka terdiri dari 3 orang dokter, 7 orang perawat, dan 13 orang staf puskesmas.

Karantina terhadap puluhan staf ini merupakan buntut dari adanya satu orang pasien yang dirawat di puskesmas setempat yang dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab test-nya keluar, Senin (1/6/2020). 

Bebebrapa poli pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut pun dipindahkan ke Puskesmas Denbar II  dan Puskesmas Denut II.

Baca juga:

WASPADA, Surabaya Masuk Zona Merah Pekat Covid-19, 2.748 Pasien Positif Virus Corona

Heboh, Satpam RS Darurat Covid-19 Ngaku Lihat Tuyul dan Sundel Bolong, Ada Suara Tangisan dari Ruang Steril

Anaknya Positif Virus Corona, Gusti: Dia Kerap Didatangi Makhluk Halus, Warga Berjaga di Rumahnya

Seperti dikutip dari Bali Tribune.co.id, Kepala Puskesmas I Denbar, dr. Lina Muji Rahayu yang dikonfirmasi, Selasa (2/6/2020) membenarkan adanya informasi seorang pasien yang dirawat di Puskesmas I Denpasar Barat positif Covid-19.

Akibat adanya pasien positif Covid-19 tersebut, sebanyak 23 orang dari 59 orang staf di Puskesmas I Denpasar Barat  yang sempat kontak langsung dengan pasien harus menjalani karantina di rumah singgah maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing. 

Selain itu dikarenakan banyak staf yang melakukan kontak langsung dengan pasien, maka pelayanan di Puskesmas I Denbar pun dibatasi.

“Dari 23 staf yang sempat kontak tersebut, 3 orang merupakan dokter, 7 orang perawat, dan 13 orang staf lainnya. Untuk bidan tak ada yang kontak, bidan semua aman,” jelas dr. Lina Muji Rahayu.

Dia mengatakan, 23 orang staf tersebut pun sudah menjalani swab test yang pertama hari ini (2 Juni 2020,red) dan selanjutnya mereka menjalani isolasi mandiri maupun dikarantina di rumah singgah yang disediakan Pemkot Denpasar.

“Yang di rumahnya memungkinkan dilakukan isolasi mandiri bisa di rumahnya, kalau yang tidak (memungkinkan,-red) melakukan isolasi di tempat yang disediakan Pemkot Denpasar,” katanya.

  • Bagikan