TERKINI, Pasien Positif Virus Corona di Bali Capai 1.116 Orang, 9 Orang Meninggal

  • Bagikan
TERKINI, Pasien Positif Virus Corona di Bali Capai 1.116 Orang, 9 Orang Meninggal
Ilustrasi jenazah. Kompas.com. (Garry Lotulung)
KEMBARA.ID, DENPASAR- Pasien positif virus corona di Bali telah mencapai 1.116 orang.

Rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, pada hari ini (23/6/2020) bertambah sebanyak 36 orang di Bali.

Akumulasi pasien meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Baca juga :

Pasien Corona Meninggal, Dua Gang di Jalan Ternate Denpasar Diisolasi, 23 Warga Jalani Swab Test

Biaya Rapid Test Mandiri Rp 235 Ribu, Klungkung Siapkan Beberapa Lokasi ini Untuk Rapid Test Mandiri

Tega Jual Istri Rp 300 Ribu ke Pria Hidung Belang, Pria ini Beralasan Buat Beli Makan Sehari-hari

Sementara itu, akumulasi pasien sembuh sebanyak 639 orang.

Secara nasional, pada hari ini pasien bertambah sebanyak 1.051 orang.

Akumulasi nasional jumlah pasien positif sebanyak 47.896 orang.

Restui Pembukaan Pariwisata Bersyarat, Pengunjung Dibatasi 50 Persen

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengumumkan beberapa kawasan pariwisata akan dibuka secara bertahap, sebagai bagian dari dimulainya aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko COVID-19 paling ringan.

Baca juga :

Terungkap John Kei Beri Sinyal pada Anak Buah untuk Habisi Nyawa Pamannya

Dosen Fakultas Hukum Kirimkan Chat Mesum ke Mahasiswi, Datang ke Kamar Isi Sendiri Nilai

Franky Hercules Angkat Bicara Soal Pistol di Video Viral Bareng Ketut Ismaya

Pembukaan kawasan wisata tersebut didasari dengan pertimbangan keinginan masyarakat, yang diiringi dengan persiapan-persiapan secara terukur dan terus menerus oleh pemerintah pusat bersama-sama pemerintah daerah.

Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam ini yang berada di 270 Kabupaten/Kota di Indonesia pada zona hijau dan zona kuning.

Namun para pengunjung masih tetap dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

“Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam yang berada di 270 Kabupaten/Kota pada zona hijau dan zona kuning, kemudian diserahkan kepada Bupati dan Walikota,” kata Doni Monardo, Senin (22/6/2020).

Menurut dia, pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah dengan forum komunikasi pimpinan daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, Ikatan Dokter Indonesia di daerah,

  • Bagikan