Teriak Minta Tolong karena Rem Blong, Nyawa Pasutri 61 Tahun Melayang Tabrak Pohon Bambu di Buleleng

  • Bagikan
Teriak Minta Tolong karena Rem Blong, Nyawa Pasutri 61 Tahun Melayang Tabrak Pohon Bambu di Buleleng
Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. Foto/Kompas.com
KEMBARA.ID, SINGARAJA-Nyawa pasangan suami istri (Pasutri) berusia 61 tahun di Singaraja, Buleleng Bali, bernama Nyoman Masta, 61, dan Kadek Marheni, 61, tak selamat usai tabrak pohon bambu.

Kecelakaan naas yang merenggut nyawa pasutri asal Banjar Dinas Suksuk, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini terjadi pada, Kamis sekitar pukul 16.00 WITA.

Kejadian ini terjadi saat Nyoman Masta mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4120 UAS membonceng istrinya, Kadek Marheni.

Mereka baru kembali dari kebun teman di perbukitan, dan saat itu melwaati jalanan menurun dan menikung di Banjar Dinas Suksuk, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Rem sepeda motor tak dapat dikendalikan. Rem blong kemudian mereka oleng ke kiri dan menabrak pohon bambu.

Saat itu, keduanya berteriak minta tolong, namun para pengendara di sekitar kesulitan menolong karena sepeda motor mereka melaju cukup kencang.

Saat warga tiba, mereka melihat kedua korban alami luka berat dan tak sadar diri.

Nyawa keduanya tak tertolong karena mengalami luka berat di bagian kepala.

Kepolisian Polres Buleleng langsung datang dan memalukan olah tempat kejadian perkara.

Kesimpulan kepolisian setelah olah TKP, bahwa pengendara kesulitan mengendalikan sepeda motor di jalan turunan.

“Saat itu pengemudi tidak bisa mengendalikan motornya karena rem blong, sehingga jatuh dan menabrak pohon.

Akibat kecelakaan itu, kedua korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian setelah diperiksa oleh tim medis Puskesmas Tejakula I,” jelas Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarajaya seperti dilansir dari Nusa Bali.

Perbekel Desa Bondalem, Gede Ngurah Sadu Adnyana menerangkan korban pasutri sempat berteriak minta tolong karena rem blong di jalanan turunan.

Warga langsung menolong, ketika mendengar teriakan mereka.

Setelah warga tiba, mereka melihat kedua korban mengalami luka berat dan tak sadarkan diri. Lalu membawa keduanya ke puskesmas terdekat namun tak tertolong.

Dia menyampaikan, saat ini jenasah sudah berada di rumah duka Banjar Dinas Selombo, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

  • Bagikan