Tagihan Listrik Teguh Melonjak Rp 20 Juta, PLN Akui Kapasitor Rusak, Tapi Tagihan Tetap Harus Dibayar

  • Bagikan
Tagihan Listrik Teguh Melonjak Rp 20 Juta, PLN Akui Kapasitor Rusak, Tapi Tagihan Tetap Harus Dibayar
Teguh Wuryanto. (istimewa)
KEMBARA.ID- Pengakuan Teguh Wuryanto tagihan listriknya melonjak hingga Rp 20 juta viral di media sosial

PLN Malang pun langsung menyambangi rumah warga Lawang, Kabupaten Malang itu untuk mencari tahu penyebab melonjaknya tagihan listriknya.

Hasil pemeriksaan pihak PLN diketahui, terjadi kerusakan pada kapasitor.

PLN pun melakukan pergantian kapasitor.

Baca juga:

18 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Malam Kumbasari Ditutup Total

Sempat Lepas Infus Sendiri dan Paksa Pulang, Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia

Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, Didominasi Wanita

Manajer Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi PLN UP3 Malang, Febrina Marnarizka Putri, Rabu (10/6/2020) mengatakan, Teguh telah mengetahui bahwa kapasitor lama tidak bekerja secara sempurna.

Meski telah terbukti kenaikan tagihan dengan nilai fantastis itu disebabkan oleh kerusakan kapasitor, namun pihak PLN tetap meminta Teguh untuk membayar tagihan tersebut.

Jika tak membayar maka, PLN akan mencabut jaringan listrik di rumah Teguh.

“Acuan kita percaya pada KWH meter itu berjalan secara sempurna. Ngecek satu per satu ya gak mungkin, karena pelanggan kita banyak sekali, jadi kita gak mungkin ngecekin satu persatu,” jelas Febrina.

Sementara itu, pihak PLN juga tengah melakukan investigasi terkait riwayat pemakaian listrik di rumah Teguh.

Febrina mengatakan, dari pengakuan Teguh pemakaian listrik di rumah tersebut cukup minim.

Sehingga, untuk mengetahui penyebabnya dibutuhkan investigasi.

Curhatan Teguh, Biar Saya Mencicil

Teguh mengaku akan membayar tagihan listrik senilai 20.158.686 itu dengan cara mencicil.

Padahal, dirinya mengaku belakangan ini tidak melakukan aktivitas tertentu yang menggunakan aliran listrik secara berlebihan.

Apalagi, bengkel lasnya sudah tak beroperasi sejak Maret 2020 karena terdampak covid-19.

Ia mengatakan, jaringan listriknya telah dicabut oleh PLN.

Teguh mengaku akan kembali merundingkan besaran cicilan dan waktu jatuh tempo untuk melunasi tagihan listrik itu.

“Jadi pembayaran per bulan itu terserah kita mampunya berapa. Namun, untuk batas waktunya masih dirundingkan kembali,” ucap Teguh.(*)

  • Bagikan