Suami Habisi Nyawa Istri saat Tidur, Tusuk di Telinga, Dada dan Patah Tulang Tangan

  • Bagikan
Suami Habisi Nyawa Istri saat Tidur, Tusuk di Telinga, Dada dan Patah Tulang Tangan
KEMBARA.ID, DEMAK-Nasib naas dialami seorang istri bernama Nur Kamidah (38).

Ia ditemukan tak bernyawa pada subuh di rumahnya, Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jumat 22 Januari 2021.

Sungguh tega karena sang suami bernama Zaini (41) yang melakukan membunuh istrinya sendiri.

Korban meninggal dunia mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh.

Ibu dua anak yang keseharian bekerja sebagai petani ini mengalami luka tusuk di bagian pipi kanan dan luka tusuk di bagian belakang telinga kanan, luka tusuk di dada sebelah kiri, patah tulang pada bagian pergelangan tangan kiri.

Seperti dilansir kembara.id dari Tribunnews, Jumat 22 Januari 2021, diduga motif pembunuhan karena latar belakang asmara.

Pelaku Zaini membunuh korban ketika sementara tertidur nyenyak di kamar. Ia menduga istrinya berselingkuh.

Di tempat kejadian perkara saat tiba, polisi menemukan barang bukti pisau dapur, bantal dan celana panjang hitam.

Kasatreskrim Polres Demak, AKP Muhammad Fachur Rozi mengungkapkan, peristiwa pembunuhan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu dilakukan tersangka saat korban tengah tertidur di kamarnya.

Dia mengatakan, korban mengalami luka tusuk di bagian pipi kanan dan luka tusuk di bagian belakang telinga kanan, luka tusuk di dada sebelah kiri, patah tulang pada bagian pergelangan tangan kiri.

“Serta luka lebam pada leher,” kata AKP Rozi.

Setelah mendapat informasi tersebut, kepolisian bergerak cepat langsung meringkus pelaku dan mengamankan barang bukti di TKP.

Polisi masih terus mendalami kasus ini. Penyelidikan tengah berjalan.

Dugaan sementara, motif pembunuhan akibat permasalahan asmara.

“Motifnya tersangka ini menduga istrinya telah berselingkuh,” ujar Rozi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat hukuman berat sesuai pasal 340 KUHP subsider pasal 44 ayat (3) Undang undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Pelaku terancam hukuman mati atau seumur hidup.

“Ancaman hukumannya pidana mati atau seumur hidup,” kata Rozi.(*)

  • Bagikan