Sembilan Warga Denpasar di Satu Gang Positif Covid-19, di Sini Lokasinya

  • Bagikan
Sembilan Warga Denpasar di Satu Gang Positif Covid-19, di Sini Lokasinya
Ilustrasi Penerapan PKM (foto Tribun Bali)
KEMBARA.ID,DENPASAR- Sembilan warga di satu gang di Kota Denpasar yakni Gang IIIA Jalan Meduri terpapar positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 baru.

Desa Adat dan kelurahan setempat menyampaikan sembilan orang tersebut kini sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud).

Terkait hal ini, Desa Adat Sumerta bersama Kelurahan Sumerta memilih melakukan pembatasan lalulintas masyarakat di Jalan Meduri Denpasar.

Untuk diketahui, lonjakan jumlah kasus positif covid-19 di Kota Denpasar terus meningkat, pada Kamis (4/6/2020), setelah terjadi penambahan 11 kasus covid-19 baru.

Secara keseluruhan di Denpasar saat ini berjumlah 110 kasus positif covid-19, dan untuk Bali bertambah 20 kasus positif covid-19 baru kemarin sehinggga menjadi 510 kasus positif.

Baca juga: Video, Ibu Muda Kerasukan hingga Meninggal di Tukad Badung Denpasar

Seperti dikutip dari Tribun Bali.com. Jumat (5/6/2020), I Made Agus Setiawan, Pacalang Desa Adat Sumerta yang berjaga di persimpangan Jalan Meduri-WR Supratman, menegaskan, pihaknya tidak melakukan penutupan di Jalan Meduri, tetapi hanya pembatasan lalulintas.

“Cuma, kalau tidak berkepentingan baru kita tolak,” katanya.

Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan atau hanya sekadar lewat untuk menuju ke wilayah lain, dimohon agar berlalulintas melalui jalan lainnya.

Sementara bagi masyarakat yang tinggal di Jalan Meduri dan mereka yang membawa kebutuhan logistik, tetap diperkenankan masuk ke wilayah tersebut.

Masyarakat dan pengirim logistik yang masuk tetap harus memakai masker dan diupayakan tetap menjaga jarak.

Baca juga:

Bule Australia Meninggal Dalam Pelukan Eka Surtika, Sempat Sesak Nafas Sebelum Berpulang

Pengakuan Pria yang Terjun ke Laut di Jalan Tol Benoa: Putus Asa Tak Ada Pekerjaan

Jumlah Dokter Terpapar Covid-19 di Bali Meningkat, Bisakah Kita Bersikap Jujur?

Sebelum melakukan penutupan, antara Kelurahan Sumerta dengan Desa Adat Sumerta, termasuk Pecalang sudah melakukan koordinasi.

Penutupan dilakukan mulai dari 3 Juni 2020 hingga 14 hari ke depan.

  • Bagikan