Satu Preman Tewas Lainnya Sekarat di Tangan 13 Petani Sayur, Merasa Tak Nyaman Diperas Tiap Hari

  • Bagikan
Satu Preman Tewas Lainnya Sekarat di Tangan 13 Petani Sayur, Merasa Tak Nyaman Diperas Tiap Hari
Ilustrasi pembunuhan. Foto! Liputan6.com
KEMBARA.ID, BANDUNG-Dua orang preman yang diduga kerap memeras dan mamalak petani sayur, harus mengalami nasib naas.

Keduanya kekeroyok 13 petani sayur. Benda tumpul yang digunakan para petani saat pengeroyokan ini adalah batu bata, kursi, dan besi.

Satu preman tewas, lainnya harus menjalani perawatan intensif.

13 petani sayur melakukan pengeroyokan ini karena tidak nyaman dengan tindakan preman yang sering memalak dan memeras mereka.

Seperti dikutip kembara.id dari suara.com menyadur ayobadung.com Pengeroyokan terjadi di Kampung Caringin Tilu (Cartil), Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (18/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga:

Video Penikaman di Gang Ikan Mas Sesetan Denpasar, Korban Tergeletak Tak Begerak di Jalan

Tempat Usaha Dibatasi Hanya Sampai Pukul 20.00 WITA, Ini SE Baru Gubernur Bali Koster

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

13 petani ini ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung yang menangani kasus ini.

Kombes Pol Hendra, menuturkan kasus ini terjadi beberapa waktu lalu yang berakibat korban preman meninggal dunia.

Tindakan ini dilakukan bandar sayur di Cimenyan.

Kronologi kejadian, berawal pelaku YS yang merasa tidak nyaman terhadap perilaku preman.

YS kerap mengalami pemerasan yang dilakukan kedua preman.

Ingin Berhubungan Badan dengan Rekan Kerja, Suami Ancam Ceraikan Istri hingga Minta Ditonton

Ibu Kandung Tewas dengan Luka Tebasan di Wajah, Pelaku: Ibu Duluan Bacok Saya

Keseharian YS sebagai bandar sayur.

YS tidak sendiri. Ia mengajak 13 rekannya. Ia diduga menghasut mereka.

Mereka awalnya mengajak kedua pelaku duduk minum kopi bersama di sebuah warung.

Tak lama kemudian mereka melakukan pengeroyokan terhadap kedua preman.

Korban sempat berusaha berlari. Namun dia tetap dikejar oleh para petani.

Korban preman atas nama Asep meninggal di tempat. Sementara rekannya Ayi alami luka parah akibat dihantam benda tumpul.

  • Bagikan