Rapat Koordinasi Bersama Doni Monardo, Gubernur Koster Laporkan Hasil Rapid Test Reaktif 443 Orang

  • Bagikan
Rapat Koordinasi Bersama Doni Monardo, Gubernur Koster Laporkan Hasil Rapid Test Reaktif 443 Orang
Ilustrasi upaya menahan corona. (Shutterstock)
KEMBARA.ID, DENPASAR – Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional digelar Minggu (3/5/2020) pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster langsung mengikuti rapat tersebut l lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada Minggu (3/5) pagi.

Rapat ini dipimpin langsung Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo, Gubernur Koster didampingi Sekretaris Daerah (Sekda ) Pemprov Bali Dewa Made Indra serta Kepala OPD terkait, guna melaporkan perkembangan terbaru upaya penanganan penyebaran virus Covid-19 di Bali. Rapat Koordinasi tersebut diikuti pula Gubernur/Wakil Gubernur se-Jawa-Bali.

Sejumlah poin penting perkembangan penanganan Covid – 19 di Bali dilaporkan Gubernur I Wayan Koster kepada Doni Monardo, termasuk kasus heboh di Kabupaten Bangli, sebanyak 443 orang positif Covid – 19 di satu desa saat tes Kamis (30/4/2020).

“Kami juga melaporkan, sebelumnya ada berita cukup ‘heboh’ di satu desa di Kabupaten Bangli yang dilaporkan terdapat 443 orang yang positif setelah di-rapid test. Namun setelah di-rapid test ulang dan dilanjutkan dengan tes SWAB, hasilnya 275 hasilnya negatif, ” kata Gubernur Koster di website infocorona. baliprov.go.id.

Koster melanjutkan laporan, bahwa tinggal 139 orang menunggu hasil test SWAB-nya. Mudah-mudahan semuanya negatif.

” Untuk itu saya mohon semua media yang memberitakan hal tersebut, bisa merevisi beritanya bahwa hasil tes SWAB-nya negatif,” kata Koster.

Dia menambahkan, pemerintah melaporkan juga di Bali, sementara ini sedang konsen di tiga Kabupaten, yakni di Bangli, Karangasem, dan Buleleng karena ada penambahan transmisi lokal lewat para pekerja migran Indonesia (PMI).

Selain itu, Koster juga melaporkan terkait himbauan bagi warga yang mudik. Karena kurang lebih 1000 orang terdampak di Bali yang sudah tidak memiliki pegangan pekerjaan.

” Kami mohon bantuan dan fasilitasi berkenaan dengan himbauan warga yang mudik. Karena ada kasus di Bali ada warga luar daerah yang berprofesi sebagai tukang, dan lain- lain, yang jumlahnya hampir 1000 orang, yang sudah tidak ada pekerjaan dan tidak ada tempat tinggal, sebaiknya diberikan ijin untuk pulang ke daerahnya. Semuanya sudah mengantongi surat dari Gugus Tugas Provinsi Bali, ” jelas Koster.

  • Bagikan