Puisi Sinduputra

  • Bagikan
Puisi Sinduputra
Sinduputra
DARI RUMAH ©-19

para tabib,       di  jaman dahulu

saling bertukar pohon

dalam pot

untuk kesembuhan semesta,

kini,     aku dengan mu

saling bertukar kata

dalam puisi

bagi kesembuhan dunia

Lombok 2020

AKU MENULIS PUISI

aku menulis puisi,

karena tanganku tak dapat dibungkam

karena jari jemariku tak bisa bisu

puisi,   bukanlah tempat untuk sembunyi

            memanipulasi nestapa

            menimbun airmata

tetapi kini, sepanjang awal tahun tikus logam ini

puisi menjadi waktu untuk  bicara

menjadi  tempat untuk bekerja,

ketika setiap orang mengenakan masker

menutup mulut dan hidungnya

puisi harus membuka mulut

mengutarakan  kebenaran

mencium kebusukan jaman,

berbicara prihal suara yang senyap

dari lapar yang mewabah

mimpi malam yang menakutkan

cakrawala seakan gelap gulita

aku menulis puisi

karena puisi tak dapat dibungkam

karena puisi tak bisa bisu,

inilah waktu dan tempat

untuk menulis puisi

waktu dan tempat

untuk  kembali  membaca puisi

Lombok, 2020

PUISI UMBU LANDU PARANGGI

kata-kata         tak pernah tidur

senantisa terjaga dalam puisi

puisi ku yang gelap

dibangkitkannya

tenaga dalam jiwa

jiwaku yang hitam

yang hitam karena panas bumi

Lombok 2020

LELAKI PENGAGUM HUJAN

puisi,      dalam pusi-puisimu

adalah kata paling sepi

            kata yang membatu

dengan satu orang penghuni

            seorang penyair

lelaki pengagum hujan

hujan bulan Juni*

Lombok 2020

*hujan bulan Juni, puisi Sapardi Djoko Damono

MENEMPUH PANDEMI 2020

maghrib membentangkann petangnya

boneka -boneka pasir

            yang terbenam di air

boneka-boneka kayu

            yang melayang di udara

boneka-boneka plastik

            yang mengeram di tanah

menutup mataku dengan ikan mayanya

  • Bagikan