PSSI Tak Mau Gegabah Gelar Kompetisi Tanpa Penonton, Begini Alasan Iwan Bule

  • Bagikan
PSSI Tak Mau Gegabah Gelar Kompetisi Tanpa Penonton, Begini Alasan Iwan Bule
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berpose bersama Ketua Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana beberapa waktu lalu (Foto: Istimewa/ Ketut Suardana)
KEMBARA.ID, JAKARTA – PSSI Pusat dan PT LIB selaku operator Liga 1 Indonesia 2020, belum memutuskan untuk mencontohi negara lain di Eropa yang kembali gelar kompetisi sepakbola tanpa penonton pada periode Mei 2020.

PSSI dan PT LIB masih menunggu kapan jangka waktu sosial distancing pandemi Covid – 19, yang ditetap pemerintah selesai, baru mereka memutuskan langkah selanjutnya.

“Saya pikir Indonesia belum akan mencontoh negara lain yang melakukan itu tertutup,” kata Mochamad Iriawan, Ketua PSSI, dikutip dari Antara.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, karakter fans di Indonesia berbeda dengan negara lain.

Meski laga yang ditetapkan digelar tanpa penonton sudah disampaikan sejak jauh hari, masih tetap penonton datang ke stadion saat pertandingan berlangsung.

“‘Contoh laga yang diputuskan digelar tanpa penonton dan sudah disosialisasikan jauh-jauh hari saja, masih didatangi oleh ribuan fans,” kata Iwan Bule.

Ia mengatakan, mereka (fans) tetap rela mendukung tim kesayangannya dengan hanya bernyanyi di luar stadion tanpa bisa melihat pertandingan itu sendiri.

Dia menambahkan, ada kekhawatiran kalau PSSI tetap memutar liga dengan tanpa penonton, para suporter tetap akan datang berkerumun, dan itu menyalahi sosial distancing yang sedang dijalankan pemerintah.

PSSI, memilih tak mau terburu-buru memutuskan kepastian Liga 1.

Mereka memilih menunggu hingga akhir bulan Mei.

Sejak Liga 1 Indonesia 2020 dihentikan sementara 16 Maret 2020 lalu, akibat pandemi Covid -19, PSSI telah menetap status force majeure pada kompetisi sepakbola tanah air.

Kompetisi off sementara hingga 29 Mei 2020, dan rencana kembali memutar kompetisi 1 Juli 2020.

“Sehingga menurut saya pilihan menunggu status darurat bencana ini sampai akhir Mei adalah yang pilihan paling realistis saat ini,” katanya. (*)

  • Bagikan