Pria Paruh Baya Punya 1000 Kekasih Divonis Penjara 1075 Tahun, Terlibat Kejahatan Seksual

  • Bagikan
Pria Paruh Baya Punya 1000 Kekasih Divonis Penjara 1075 Tahun, Terlibat Kejahatan Seksual
Adnan Oktar alias Harun Yahya. Foto/Hurriyet/JPNN.com
KEMBARA.ID, ANKARA-Seorang pria bernama lengkap Adnan Oktar alias Harun Yahya berusia 64 tahun divonis penjara selama 1075 tahun oleh pengadilan.

Dia terlibat beberapa kejahatan antaranya kekerasan seksual, perkosaan, dengan korban lebih dari 1.000 perempuan.

Ia juga terlibat penipuan dan percobaan menjadi mata-mata bagi pemerintah.

Dia ditangkap pada tahun 2018 dan divonis penjara selama 1075 tahun pada 11 Januari 2021.

Di hadapan pengadilan, Harun Yahya mengaku memiliki 1000 lebih kekasih.

Dari pengakuan para kekasihnya, sejumlah wanita muda mengalami kekerasan seksual selama berada di istana Harun Yahya.

Vonis hukuman 1075 tahun penjara kepada tersangka Harun Yahya terjadi di Pengadilan Turki.

Pria ini ditangkap pada tahun 2018 lalu, dan istananya yang merangkap studio televisi, telah dihancurkan oleh Pemerintah Turki.

Pemerintahan juga menghancurkan vila yang juga dia gunakan untuk studio televisinya, A9 serta seluruh properti lainnya.

Persidangan dirinya dimulai tahun 2019.

Jaksa penuntut umum saat ini, menuntut lebih dari 30 tuntutan kepadanya.

Tuntutan itu diantaranya kejahatan seksual, serta dirinya diduga terlibat membantu kelompok Fethullah Gulen, untuk melakukan kudeta yang gagal pada 2016.

Dalam persidangan, Harun Yahya mengaku memiliki lebih dari 1.000 kekasih.

Ia mengatakan memiliki kelebihan cinta dalam hatinya untuk setiap perempuan. Cinta menurut dia adalah kualitas manusia.

“Ada kelebihan cinta di dalam hati saya untuk perempuan. Cinta adalah kualitas manusia.

Ini adalah kualitas Muslim,” kata Adnan Oktar alias Harun Yahya, di pengadilan pada Oktober lalu, dikutip kembara.id dari JPNN.com yang menyadur dari The Guardian.

1000 Lebih Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Sejumlah perempuan yang berada di istananya saat menjadi saksi di pengadilan Turki, mengaku kerap menjadi korban kekerasan seksual.

Perempuan berinisial CC, mengaku jika para perempuan korban perkosaan dipaksa untuk minum pil kontrasepsi.

CC bersaksi mulai bergabung dengan sekte tersebut ketika usianya baru menginjak 17 tahun.

  • Bagikan