Polres Buleleng Beberkan Temuan Informasi Terkait Dentuman Keras Bali, Warga Dua Lokasi Lihat Ini

  • Bagikan
Polres Buleleng Beberkan Temuan Informasi Terkait Dentuman Keras Bali, Warga Dua Lokasi Lihat Ini
Ilustrasi benda luar angkasa. Foto ist/Tribunnews
KEMBARA.ID, BULELENG-Dentuman keras misterius yang terjadi di Bali yang membuat warga bertanya-tanya akhirnya diselidiki oleh pihak kepolisian Polres Buleleng.

Petugas kepolisian bergerak cepat mencari informasi terkini dan melakukan penyelidikan terkait dentuman tersebut, karena kabarnya tersiar asal dentuman keras di Buleleng.

Kepolisian juga ingin memastikan apa yang terjadi sebenarnya pada Minggu (24/1/2021) siang itu.

Menurut kepolisian, suara dentuman itu terjadi setelah warga melihat semacam benda bersinar di langit.

Baca juga:

Dentuman Suara Misterius Terdengar Keras di Bali, Masih Ditelusuri di Laut atau Darat

Informasi ini didapat petugas dari warga di Pengastulan dan Dencarik, Buleleng.

“Hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh dari beberapa tempat di Buleleng seperti Pengastulan dan Dencarik bahwa suara ledakan tersebut terdengar setelah adanya semacam benda yang bersinar dari langit di arah barat laut Buleleng yang jatuh,” kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya seperti dikutip kembara.id dari kompas.com, Senin (25/1/2021).

Petugas kepolisian juga memeriksa beberapa lokasi, seperti proyek Bendungan Tamblang, Buleleng. Di sana menurut dia tak ada aktivitas ledakan.

Hingga pagi ini, Senin (25/1/2021), belum diketahui secara pasti darimana asal suara dentuman keras di Bali yang terjadi pada Minggu (24/1/2021) sekira pukul 10.27 WITA.

Baca juga:

UPDATE Dentuman Suara Keras Bali: Warga Lihat Objek Langit Melintas saat Upacara Adat, Ini Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga belum memberikan statement resmi untuk mengungkap darimana asal dentuman itu.

Kesaksian warga terkait suara dentuman keras itu juga didukung dengan data hasil sensor kegempaan di Singaraja.

Pada sensor itu, muncul adanya sinyal getaran selama 20 detik pada pukul 10.27 WITA.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menegaskan getaran yang setara dengan gempa bermagnitudo 1,1 itu bukan berasal dari gempa.

Lalu darimana asalnya?

  • Bagikan