Polisi Amankan Alat Kontrasepsi dalam Kamar, Perbuatan Pelaku Berawal dari MiChat

  • Bagikan
Polisi Amankan Alat Kontrasepsi dalam Kamar, Perbuatan Pelaku Berawal dari MiChat
Ilustrasi prostitusi (Istimewa)
KEMBARA.ID – Bejat, seorang pria berinisial EY (48) di Cianjur Jawa Barat tega menjual istrinya yang berusia 51 tahun ke pria hidung belang.

Ia diketahui menggunakan aplikasi MiChat untuk melancarkan tindakan asusilanya itu.

Kepada pelanggan yang ingin mengencani istrinya, EY mematok harga sebesar Rp 400 ribu.

Baca juga :

Pengunjung Membludak, Penerapan Car Free Day di Denpasar Ditunda

Update COVID-19 di Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 31 Pasien, Positif 25 Orang

Dari harga tersebut, dirinya mengambil fee Rp 100 ribu sementara sang istri diupah Rp 300 ribu.

Perbuatan pelaku kemudian tercium oleh pihak kepolisian.

Ia bersama istrinya diciduk pihak Kepolisian Polres Cianjur di sebuah penginapan.

Berawal dari giat razia yang dilakukan kepolisian dari Polres Cianjur, keduanya ditemukan di sebuah kamar di salah satu penginapan.

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku sebagai pasangan suami istri dan saat itu sedang menunggu pelanggan.

Ipda Ade Novi Dwiharyanto salah satu Perwira Urusan humas Polres Cianjur membenarkan terkait adanya peristiwa itu.

Ia menjelaskan pelaku menjual sang istri secara online kemudian dibawa pelaku ke penginapan untuk melayani pelanggan.

Baca juga :

Artis Cantik Catherine Wilson Ditangkap Polisi di Rumahnya, Petugas Temukan 2 Paket Sabu

Doni Monardo: COVID-19 Bukan Rekayasa, Tapi Ibarat Mesin Pembunuh

“kalau ada yang berminat, dilakukan komunikasi dan transaksi kemudian pelaku membawa korban ke sebuah penginapan untuk melayani pelanggan,” ujar Ipda Ade Novi Dwiharyanto, Sabtu (18/07/2020) dilansir dari Kompas.com

Akibat perbuatannya pelaku diancam dengan pasal berlapis tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Ia dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti anatara lain dua alat kontrasepsi, uang tunai Rp 400 ribu dan dua buah ponsel. (*)

  • Bagikan