Pesta Miras ABG Berakhir Tragis, Satu Orang Tewas Tertikam di TKP, Motifnya Sepele

  • Bagikan
Pesta Miras ABG Berakhir Tragis, Satu Orang Tewas Tertikam di TKP, Motifnya Sepele
Pesta Miras ABG Berakhir Tragis, Satu Orang Tewas Tertikam di TKP, Motifnya Sepele.(IST)
Pesta Miras ABG Berakhir Tragis, Satu Orang Tewas Tertikam di TKP, Motifnya Sepele

KEMBARA.ID- Arisky Tri Yulianto (26) tewas mengenaskan setelah dianiaya dan ditikam dua ABG berinisial IT (16) dan MAP (16).

Peristiwa itu terjadi setelah kelompok korban dan kelompok pelaku menggelar pesta miras.

Pengeroyokan hingga berujung pembunuhan itu terjadi karena kelompok pelaku tersinggung dengan teriakan korban.

Baca juga:

Nikahi Dua Pacar Sekaligus, Ternyata ini Pekerjaan Duda Asal Buleleng, Miliki Jadwal Tidur

Kisah Sukartayasa, Duda Asal Buleleng Nikahi Dua Pacarnya Sekaligus

Siswa SMK ‘Berjanji’ pada Siswi SMP, Aku Nikahi Kamu Setelah Lulus, Kejadian Fatal pun Terjadi

Korban kemudian dianiaya hingga dipukul menggunakan batu paving.

Korban pun diinjak-injak ketika terkapar.

Kemudian korban ditikam oleh MAP di bagian perut hingga meninggal di tempat kejadian.

Baca juga:

BREAKING NEWS: Ribuan Massa Tolak Hare Krishna di Bali, Ratusan Polisi Siaga di Monumen Bajra Sandhi

Miris! Gara-gara Uang Rp 20 Ribu, Seorang Suami Aniaya Istrinya Hingga Tewas Bersimbah Darah

Hari Pertama Pariwisata Bali Dibuka, 4000 Orang Masuk Melalui Bandara Internasional Ngurah Rai

“Tersangka MAP menusuk korban saat dianiaya empat tersangka lain. Ia menusuk menggunakan pisau lipat,” ungkap Kapolsek Sukolilo AKP Subiyantana dikutip dari Radar Surabaya, Senin (3/8/2020).

Beberapa pelaku lainnya kini masih dalam pengejaran.

Subiyantana mengatakan, seluruh pelaku berusia dibawah umur.

Baca juga:

Secara Gamblang, Buronan Bank Bali Djoko Tjandra Minta Bebas dan Tak Ditahan

Kasus Positif di Denpasar Bertambah 8 Orang, Kesembuhan Capai 86,63 Persen

Sri Wenti Melahirkan Dalam Mobil Patroli Polres Gianyar, Proses Persalinan Tanpa Peralatan Medis

“Tiga orang masih DPO. Kami masih kejar. Semuanya di bawah umur,” ucapnya.

Ia membenarkan, kelompok korban dan kelompok pelaku dalam kondisi terpengaruh miras.

“Jadi, kedua kelompok ini sama-sama pesta miras, tapi di tempat berbeda. Saat terjadi cekcok, kedua kelompok sama-sama dalam pengaruh alkohol,” ungkap Subiyantana.

  • Bagikan