Pengawal Habib Rizieq Buka Suara: Hanya Satu Orang yang Tertembak di TKP

  • Bagikan
Pengawal Habib Rizieq Buka Suara: Hanya Satu Orang yang Tertembak di TKP
KEMBARA.ID- Perbedaan versi antara Polda Metro dan Front Pembela Islam (FPI) masih mengemuka, pengawal Habib Rizieq buka suara.

Kapolda Metro, Irjen Fadil Imran mengatakan, petugas mengambil langkah tegas dengan menembak mati 6 pengawal Habib Rizieq karena diserang menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Pada Bagian lain, Sekretaris Umum FPI, Munarman membantah adanya penyerangan oleh pengawal Habib Rizieq.

Apalagi, melakukan penembakan menggunakan senjata api.

Ia menegaskan, seluruh laskar FPI tak dibekali senjata api maupun senjata tajam.

Ditengah pro kontra itu, beredar rekaman suara atau voice note percakapan pengawal Habib Rizieq setelah Polda Metro mengumumkan kematian 6 orang rekannya.

Rekaman itu terbagi atas tiga bagian.

Berikut transkrip rekaman yang dikutip dari suara.com:

Rekaman I: Tak Ada Senjata di Mobil Dalam rekaman itu terdengar laporan dari seorang pengawal Habib Rizieq bahwa tidak ada pengawal Habib Rizieq yang dibekali senjata jenis apapun.

“Irben kontek-kontekan langsung bang, dengan yang di mobil. Itu yang di mobil itu kan gak ada yang pegang senjata,” demikian suara pada rekaman tersebut. Disela-sela rekaman itu terdengar suara tangisan.

Dia pun kembali menegaskan bahwa pentungan saja tak ada dalam mobil tersebut.

“Pentungan aja gak ada bang.”

Kemudian pengawal tersebut mengatakan bahwa kendaraan rekannya yang dipepet oleh tiga mobil.

“… dan mereka dipepet tiga mobil bang. Tapi dibilangnya kita yang mepet mobil polisi, nyerang pake aspai kan.”

Kemudian kembali terdengar suara tangisan.

Rekaman II: Pada rekaman kedua, suara dan gestur orang yang berbicara berbeda dengan suara pada rekaman pertama.

Dalam rekaman kedua ini, pengawal ini membantah keenam rekan mereka ditembak mati di TKP.

Ia menyebutkan, keenam pengawal itu ditembak di sebuah gedung.

“Gak, gak ditembak di tempat. Ditembak di gedung. Kayaknya di gedung.”

“Karena pagi tadi, dapat informasi, sebelum zuhur, mereka masih ada. Dan betul korbannya… satu lagi.” “Memang malam itu ditembak satu, dan mereka masih ada.”

  • Bagikan