Pengakuan Pria yang Terjun ke Laut di Jalan Tol Benoa: Putus Asa Tak Ada Pekerjaan

  • Bagikan
Pengakuan Pria yang Terjun ke Laut di Jalan Tol Benoa: Putus Asa Tak Ada Pekerjaan
Pria yang terjun ke laut di jalan tol Benoa dievakuasi petugas, Rabu (3/6/2020). (ist)
KEMBARA.ID, DENPASAR- Aksi nekat dilakukan pria berusia 19 tahun berinisial GPS.

Pria asal Medan ini nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan melompat ke laut melalui Jalan Tol Benoa, Rabu (3/6/2020) malam.

Petugas pengamanan tol Benoa dan pihak Kepolisian berhasil menyelamatkan GPS dari aksi nekatnya.

Baca juga:

Janda Babak Belur Dihajar Ketut Widana di Pulau Ayu Denpasar, Cemburu Foto Mantan Suami di Facebook

Perempuan 22 Tahun di Tabanan Lakukan Aksi Tak Terpuji, Korbannya Adik Laki-lakinya Sendiri

Video Penggerebekan Wayan Kontal Viral, Bobol ATM Ratusan Juta Rupiah di Bali

GPS melakukan aksi nekat itu dalam keadaan mabuk minuman keras.

Anggota PJR Induk 6 Ditlantas Polda Bali, AA Mertayasa mengungkapkan, aksi nekat GPS dilihat oleh salah satu pengendara motor.

Kemudian, saksi melaporkan kejadian tersebut pada Mertayasa dan petugas tol sehingga dilakukan penyelamatan.

“Dia jalan kaki sambil minum minuman keras. Tercium dari bau mulutnya aroma alkohol. Dia nyeburkan diri dan dilihat oleh salah satu pengendara motor akhirnya kami selamatkan,” Mertayasa dikutip dari Tribun Bali, Rabu (3/6/2020).

Baca juga:

Luh Sustra Dewi Tewas Tergantung di Krematorium Cekomaria Denpasar, Ini Penjelasan Saksi Mata

Heboh, Satpam RS Darurat Covid-19 Ngaku Lihat Tuyul dan Sundel Bolong, Ada Suara Tangisan dari Ruang Steril

Anaknya Positif Virus Corona, Gusti: Dia Kerap Didatangi Makhluk Halus, Warga Berjaga di Rumahnya

Kehabisan Uang

Pengakuan GPS pada petugas membuat haru.

Ia mengaku kehabisan uang sehingga tidak bisa menyewa kendaraan atau membayar ongkos kendaraan umum dari Pesanggaran menuju tempat tinggalnya di Dalung.

Dirinya mengaku sempat berkeliling mencari pekerjaan.

Namun, dewi fortuna belum berada dipihaknya.

Apesnya, bekal uang yang dibawanya pun habis.

“Saya gak ada uang mau pulang pak ke Dalung, makanya saya jalan kaki,” kata Mertayasa menirukan ucapan GPS.(*)

  • Bagikan