Pasien RSUP Sanglah Berbohong, 97 Tenaga Medis Jalani Tes Swab, Sang Pasien Telah Meninggal

  • Bagikan
Pasien RSUP Sanglah Berbohong, 97 Tenaga Medis Jalani Tes Swab, Sang Pasien Telah Meninggal
Ilustrasi tim medis
KEMBARA.ID, DENPASAR – Managemen RSUP Sanglah membenarkan adanya pasien yang berbohong atau tidak jujur yang mengakibatkan sebanyak 97 tenaga medis harus menjalani protokol kesehatan.

97 tenaga medis itu diharuskan menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan menjalani dua kali test SWAB.

Hasil SWAB kedua direncanakan akan keluar hari ini (6/5/2020).

Demikian penjelasan Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna.

Pasien yang berbohong itu mengidap infeksi mandibula.

Tulang rahangnya juga telah bernanah.

Kresna pun menyampaikan bahwa pasien tersebut telah meninggal dunia.

Ia membeberkan, pada saat dirawat di RSUP Sanglah, dokter yang menanganinya menanyakan rekam jejaknya terkait covid-19.

Pasien mengaku tidak pernah sama sekali.

Namun, istri pasien memberikan pengakuan mengejutkan saat kondisi pasien memburuk.

Istri pasien mengaku suaminya sempat melakukan kontak dengan pekerja migran Indonesia.

RSUP Sanglah telah melakukan tes swab terhadap pasien itu sebanyak dua kali.

Hasilnya negatif.

53 Tenaga Medis Diisolasi

Ulah pasien terinfeksi virus corona tak jujur membuat 53 tenaga medis di RSUP Dr Sardjito Jogjakarta harus diisolasi.

Tak hanya diisolasi, 53 tim medis tersebut juga akan menjalani pemeriksaan menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan (SWAB).

Demikian penjelasan Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Banu Hermawan, Kamis (30/4/2020).

Ia mengaku, kecewa atas perilaku pasien terinfeksi virus corona tak jujur itu.

Akibat dari ketidakjujuran itu menyebabkan dampak yang sangat luas.

Kejadian tak menyenangkan itu berawal saat, pasien positif itu mengantar istrinya yang mengidap penyakit kanker.

Istrinya sempat menjalani rapid test.

Ketika itu, hasilnya non reaktif.

Selama dirawat, sang istri selalu didampingi pasien positif itu.

Namun, beberapa hari kemudian pasien positif ini tak terlihat menunggui istrinya di rumah sakit.

Tim medis pun menanyakan keberadaan pasien positif itu pada istrinya.

Jawaban istri pasien terinfeksi virus corona tak jujur itu pun mengagetkan.

  • Bagikan