Pasien Meninggal Posisi Duduk saat Karantina di Ubud, Ini Kesaksian Istri dan Anak

  • Bagikan
Pasien Meninggal Posisi Duduk saat Karantina di Ubud, Ini Kesaksian Istri dan Anak
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. Foto/ist Tribunnews
KEMBARA.ID, GIANYAR-Seorang pasien covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) meninggal dunia dalam keadaan duduk saat karantina di Ubud, Gianyar Bali, Senin 8 Februari 2021 sekira pukul 06.45 Wita.

Korban diketahui bernama MS (68) asal Desa Guwang.

Saat meninggal dunia, dia sementara karintina bersama istri dan anaknya di hotel lokasi karantina Covid-19 Kabupaten Gianyar.

Saat di lokasi karantina, almarhum MS berada satu kamar dengan istrinya.

Sementara anaknya di lokasi yang sama tapi kamar terpisah dengan kedua orangtuanya.

Sebelum meninggal dunia, istrinya sempat membuatkan sarapan susu dan roti kepada suaminya yang sementara duduk.

Update Kabar Duka Walikota Denpasar Rai Mantra: Icha Wulandari Sempat Tuliskan Ini Sebelum Meninggal

Setelah itu, istrinya memilih kembali tidur.

Ia baru bangun sekitar pukul 06.00 Wita, dan melihat suaminya masih dalam keadaan duduk menikmati sarapan.

Sang istri memilih mandi karena akan ada pemeriksaan rutin dokter di lokasi karantina.

Kemudian sang istri berjalan ke kamar seberang tempat anaknya di karantina untuk membangunkannya.

Berita Terkini Bali: Kabar Duka dari Walikota Denpasar Rai Mantra, Selamat Jalan Icha Wulandari

Anaknya diminta segera mandi, namun sebelum ke kamar mandi, anaknya memanggil ayahnya yang masih duduk.

Saat dipanggil, ayahnya tidak bereaksi.

Merasa tak biasanya seperti itu, anaknya datang mendekati dan memeriksa kondisi ayahnya.

Ternyata ayahnya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Made Meita Teriak Histeris, Temukan Sang Ayah Ketut Yuliana Gantung Diri di Pohon Mangga

Mereka langsung melaporkan kondisi ayahnya kepada tim medis di lokasi hotel karantina.

Seperti dilansir Kembara.id dari tribunbali.com, dari hasil pemeriksaan dokter, pasien OTG ini telah meninggal sekira pukul 06.00 Wita.

Dengan menggunakan ambulance, jenasah langsung dibawa ke RS Sanjiwani Gianyar.

Perbekel Guwang, Drs Anak Agung Alit saat dikonfirmasi, membenarkan ada warganya yang meninggal saat menjalani karantina.

  • Bagikan