Miris, Satu Keluarga Kelaparan hingga Lemas Ditemukan di Kebun Malam-malam, Ada Wanita Hamil dan Dua Bocah

  • Bagikan
Miris, Satu Keluarga Kelaparan hingga Lemas Ditemukan di Kebun Malam-malam, Ada Wanita Hamil dan Dua Bocah
Miris, Satu Keluarga Kelaparan hingga Lemas Ditemukan di Kebun Malam-malam, Ada Wanita Hamil dan Dua Bocah.(iNEWS TV)
KEMBARA.ID- Dampak pandemi virus corona (covid-19) kian meluas kemana-mana.

Teranyar, satu keluarga kelaparan ditemukan di Kelurahan Amassangan, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (1/5/2020) malam.

Keluarga malang itu ditemukan dalam kondisi kelaparan dan lemas di kebun warga.

Keluarga tersebut berasal dari Toli Toli, Sulawesi Tengah, mereka datang ke Polewali Mandar untuk menumpang.

Namun, kerabat tersebut ternyata telah pindah dan mereka tak tahu alamat barunya.

Kepala keluarga Nurhidayat (76) mengaku, meninggalkan Toli Toli karena tidak lagi memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.

Dirinya dan keluarga sebelumnya bekerja menggarap lahan orang lain sebagai petani.

Namun, akibat pandemi virus corona mereka mengalami kesulitan untuk menjalankan pekerjaannya.

Dengan demikian, penghasilan keluarga itu pun taak ada.

Anggota keluarga Nurhidayat terdiri dari istri dan lima anaknya.

Salah satu anaknya pun dalam kondisi hamil.

Saat ditemukan, keluarga Nurhidayat tak memiliki uang sama sekali.

Warga pun mengevakuasi keluarga tersebut ke bekas pos lalu lintas.

Lalu, warga bahu membahu memberikan bantuan makanan bagi keluarga Nurhidayat.

Warga dan aparat desa juga telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan tim medis untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Kelaparan Berujung Meninggal

Kondisi yang dialami Kholid dan Yuli Nur Amalia beserta 4 orang anaknya, warga Kelurahan Lontar Baru Kota Serang, Banten sempat menggemparkan publik.

Keluarga ini tak makan selama dua hari karena harus berdiam diri di dalam rumah.

Selama dua hari itu, Kholid dan keluarganya hanya meminum air putih.

Bahkan, setelah kelaparan itu, Yuli Nur Amalia meninggal dunia.

Sebelum meninggal, Yuli mengaku bekerja sebagai pegawai lepas yang dibayar Rp 25 ribu per hari.

Sementara Kholid sehari-harinya bekerja menjadi pemulung.

Selama pandemi virus corona, keduanya tidak lagi bekerja dan memilih tinggal di rumah sesuai arahan pemerintah.

Terkait bantuan dari pemerintah, Yuli mengaku telah mengajukan namun, ditolak dengan alasan dirinya masih menerima gaji dari dinas tempatnya bekerja.

  • Bagikan