Mengharukan, Ketuban Pecah, Ibu Hamil Positif Covid-19 Keguguran, Sebelumnya Ditolak 2 Rumah Sakit

  • Bagikan
Mengharukan, Ketuban Pecah, Ibu Hamil Positif Covid-19 Keguguran, Sebelumnya Ditolak 2 Rumah Sakit
Ilustrasi ibu melahirkan.(twitter)
KEMBARA.ID – Kondisi hamil tua, ketuban sudah pecah, Anni seorang ibu hamil asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat harus mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Ia harus segera bersalin dan sudah saatnya bagi buah hati dalam rahimnya untuk menampakkan diri ke dunia.

Anni bersama keluarga besarnya sudah menantikan kehadiran malaikat kecil dalam keluarganya selama 9 bulan masa kandungan.

Baca juga :

Pilot dan Kopilot Fokus Bahas Covid-19, 98 Orang Tewas, Diperintah Berputar di Udara Malah Mendarat

Ormas Berani Lakukan Kekerasan di Bali, Kombes Dodi Rahmawan: Kami Akan Buru Dia!

Namun kabar duka harus diterima Anni dan keluarganya, nyawa bayi dalam kandungan tidak tertolong.

Anni keguguran, dua rumah sakit yakni RSUD Polwali Mandar dan RSUD Regional Mamuju disebut menolak melakukan operasi caesar pada Anni.

Penolakan kedua Rumah Sakit itu atas dasar sang ibu sesaat sebelum waktu persalinan dinyatakan positif covid-19 dari hasil swab test yang dilakukan di RSUD Polewali Mandar.

Menurut jadwal medis, pada tanggal 24 Juni 2020 lalu seharusnya Anni menjalani operasi cesar di RSUD Polewali Mandar.

Namun operasi yang sudah terjadwal tersebut urung dilakukan karena Rumah sakit berasalan tidak memiliki ruang khusus untuk tindakan operasi caesar bagi ibu hamil yang positif Covid-19

Karena alasan itu, pihak RSUD Polewali Mandar lantas merujuk yang bersangkutan ke RS Regional Mamuju untuk dilakukan Operasi Caesar.

Hal yang sama juga harus dialami Anni dan jabang bayinya saat sampai di Mamuju

RSUD Regional Mamuju juga menolak untuk melakukan casar dengan alasan ruangan operasi caesar sedang penuh.

Hal ini diungkapkan Sapa, perwakilan keluarga Anni.

Ia mengatakan bahwa RSUD Mamuju menolak dilakukan caesar karena sebelumnya tidak pernah ada koordinasi.

Padahal menurut Sapa saat memindahkan Anni dari RSUD Polewali Mandar ke RSUD Mamuju kedua rumah sakit tersebut sudah melakukan koordinasi.

“Ketuban sudah pecah dua hari, semula dijadwalakan operasi jam 9, tetapi batal dan dirujuk ke Mamuju, di Mamuju juga ditolak karena alasan tidak pernah ada koordinasi,” kata Sapa, Jumat (26/06/2020) dikutip dari Kompas.com

  • Bagikan