Mami Lisa Asal Sidoarjo Kendalikan 600 PSK Mulai Karyawan, SPG, hingga Mahasiswi

  • Bagikan
Mami Lisa Asal Sidoarjo Kendalikan 600 PSK Mulai Karyawan, SPG, hingga Mahasiswi
Ilustrasi.
KEMBARA.ID- Kasus prostitusi daring masih terus menjamur di wilayah Indonesia.

Teranyar, Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus prostitusi daring yang melibatkan 600 PSK.

600 PSK itu dikendalikan Mami Lisa bersama dua rekannya, Kusmanto, dan Dewi Kumala.

Ketiganya kini ditahan di Mapolres Surabaya.

Mami Lisa yang diceraikan setahun lalu itu menyiapkan PSK dari berbagai kota besar di Inonesia.

Baca juga: Miris, Pemesan PSK Datang ke Hotel Pakai Mobil Dinas, Berawal di Facebook

Diantaranya, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

Profesi ‘anak buahnya’ pun beragam, mulai karyawan, mahasiswi, hingga SPG.

Kepada Polisi, Mami Lisa pun mengungkapkan awal mula dirinya terjun ke dunia prostitusi.

Ia mengaku, mengalami kesulitan keuangan pasca diceraikan suaminya.

Dirinya pun mencoba-coba terjun ke dunia prostitusi berbasis daring.

Mami Lisa tak menyangka, peminat yang tertarik begitu banyak.

Ia mengaku, menjalankan prostitusi daring dengan beberapa orang yang juga memiliki ‘anak buah’

“Kenalnya dari teman, yang ada di luar kota. Aku yang tawari mereka yang sudah memiliki anak buah,” ungkap janda asal Sidoarjo, Jawa Timur itu dikutip dari Surya.

Ia dan beberapa koleganya juga melakukan transaksi antar wilayah.

Jika, pelanggan teman dari luar daerah meminta PSK di Surabaya, maka dirinya akan menyiapkannya.

Pola itu berlaku pula sebaliknya.

Terkait tarif, Mami Lisa membeberkan, sekali kencan PSK-nya dibanderol Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta.

Penentuan harga pun berdasarkan beberapa kriteria diantaranya, bentuk tubuh, wajah, tinggi badan, dan service pada tamu.

Siapkan Dua hingga Tiga PSK Sekali Kencan

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, Mami Lisa juga menyiapkan layanan dua hingga tiga PSK sekali kencan.

Karena layanan tersebut melibatkan beberapa anak buahnya, maka tarifnya pun terbilang mahal.

“Kalau layanan dua sampai tiga cewek Rp 10 juta – Rp 25 juta,” kata Sudamiran.

  • Bagikan