Mama Muda Nekat Akhiri Hidup Lantaran Tak Percaya Diri Bekas Jahitan Melahirkan

  • Bagikan
Mama Muda Nekat Akhiri Hidup Lantaran Tak Percaya Diri Bekas Jahitan Melahirkan
Ilustrasi gantung diri
KEMBARA.ID- Mama muda berinisial S nekat melakukan aksi bunuh diri di Kecamatan Jebres, Kota Solo, Kamis (11/6/2020) pagi.

Wanita berusia 25 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tergantung di lantai dua rumahnya.

Menurut keterangan ayah korban kepada Polisi, dirinya sempat terbangun sekitar pukul 04.30 WIB.

Dirinya sempat mengecek korban dengan cucunya.

Baca juga:

Update Covid-19 11 Juni 2020: 19 Kasus Positif Baru di Bali, Total 659 Kasus

Terbangun karena Suara Berisik, Istri Pergoki Suami Lakukan Aksi Tak Senonoh pada Putrinya

Tagihan Listrik Teguh Melonjak Rp 20 Juta, PLN Akui Kapasitor Rusak, Tapi Tagihan Tetap Harus Dibayar

Saat itu, ia mendapati korban dan cucunya sedang tidur.

Namun, saat dirinya mendatangi kamar korban sekitar pukul 06.15 WIB, sang ayah tak menemukan anaknya di tempat tidur.

“Di tempat tidur hanya ada guling yang ditutupi selimut untuk mengelabui orang tua korban,” jelas Kasubbag Humas Polresta Solo, Kompol Yuliantara Proriyanta dilansir dari Tribun Solo.

Sang ayah pun bergegas mencari keberadaan putrinya di sekitar rumah.

Baca juga:

Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, Didominasi Wanita

18 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Malam Kumbasari Ditutup Total

Sempat Lepas Infus Sendiri dan Paksa Pulang, Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia

Betapa kagetnya ayah korban melihat putrinya ditemukan dalam keadaan tergantung di lantai dua rumahnya.

“Tergantung di tangga kayu dengan menggunakan kain jarik warna cokelat menggunakan daster warna cokelat,” kata Yuliantara.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Jebres, Iptu Wahyu Riyadi mengungkapkan motif S mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Ia mengatakan, korban merasa tidak percaya diri dengan bekas jahitan melahirkan di perut korban.

Korban kemudian merasa depresi dan melakukan aksi bunuh diri.

“Tidak ada masalah keluarga, itu tidak PD karena jahitane setelah melahirkan terus depresi,” jelasnya.(*)

Disclaimer

Artikel ini tidak diterbitkan untuk mengarahkan seseorang melakukan aksi bunuh diri. Jika pembaca merasa adanya gejala depresi agar segera berkonsultasi pada psikolog atau psikiater.

  • Bagikan