Langgar Prokes, 18 Orang di Kelurahan Sesetan Disanksi Bersih Lingkungan

  • Bagikan
Langgar Prokes, 18 Orang di Kelurahan Sesetan Disanksi Bersih Lingkungan
Pelanggar prokes di Denpasar dihukum membersihkan lingkungan. Foto ist.
KEMBARA.ID, DENPASAR – Jajaran Tim Satgas Gotong Royong Covid-19 Kelurahan Sesetan bersama dengan jajaran Polsek Denpasar Selatan serta Danramil melaksanakan pemantauan protokol kesehatan (prokes), Senin (26/10).

Dari pemantauan ini didapati 18 orang melanggar prokes dan dikenakan sanksi melakukan kebersihan lingkungan.

Lurah Sesetan, Ketut Sri Karyawati, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi agenda rutin satgas gotong royong covid-19 Kelurahan sesetan yang bekerjasama dengan Polsek Densel dan Danramil.

Pemantauan prokes ini tidak terlepas dari kewaspadaan bersama pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19 terus dilakukan dengan peningkatan disiplin prokes yang melibatkan seluruh stake holder diwilayah setempat.

Langkah ini juga berkaitan dengan Penegakan Hukum Terkait Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Pendisiplinan Kepada Masyarakat Kota Denpasar di Wilayah Densel yang dipimpin oleh Kapolsek Densel dan Danramil Densel.

“Kami bersama TNI, dan Polri, menindaklanjuti Pergub Nomor 46 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum dan protokol kesehatan dalam mencegah terjadinya penambahan kasus penularan dan penyebaran Covid-19, khususnya di Wilayah Kecamatan Denpasar Selatan,” ujar Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati.

Lebih lanjut disampaikan kegiatan pemantauan prokes yang dilaksanakan kali ini juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin pada prokes.

Yakni penggunaan masker secara baik dan benar saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan seusai melakukan aktifitas serta menjaga jarak.

Disamping itu untuk mengetahui sejauh mana penerapan oleh masyarakat di lapangan tentang standar operasisonal presedur protokol kesehatan Covid 19 dapat benar-benar dilaksanakan.

Meski pihaknya telah memberikan imbauan terkait protokol kesehatan covid-19 sudah lebih awal diberikan baik melalui banner maupun melalui satgas gotong royong kelurahan, namun masih saja ditemukan adanya masyarakat yang keluar rumah tanpa masker.

“Kami menyadari kemungkinan masyarakat lupa dan belum terbiasa dalam penggunaan masker, namun hal ini perlu terus ditingkatkan kedisiplinan yang nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bersama,” ujarnya.

  • Bagikan