Lagi, 20 Desa dan Kelurahan di Denpasar Segera Terapkan PKM, Berikut Daftar Lengkapnya

  • Bagikan
Lagi, 20 Desa dan Kelurahan di Denpasar Segera Terapkan PKM, Berikut Daftar Lengkapnya
Ilustrasi Penerapan PKM (foto Tribun Bali)
KEMBARA.ID, DENPASAR – Sejumlah desa dan kelurahan di Kota Denpasar sudah mengajukan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)

Namun ada beberapa desa yang sudah mulai menerapkan program tersebut umtuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19

Berdasarkan data di Bagian Hukum dan Ham Setda Kota Denpasar, terdapat 40 Desa/Kelurahan sudah resmi mengajukan penerapan PKM dan 20 Desa dan Kelurahan yang sudah disetujui untuk melaksanakan PKM.

Semangat gotong royong ini ditunjukkan seluruh elemen masyarakat Kota Denpasar dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Baca Juga:

26 Sopir Lolos di Pelabuhan Gilimanuk Tanpa Rapid Test, Diamankan Satgas Denpasar dan Badung

Istri Kapten Kadek Ceritakan Kejadian pada Malam Sebelum Kejadian Jatuhnya Helikopter MI-17

Mengharukan, Empat Orang Dalam Satu Keluarga Meninggal Dunia Dalam Waktu 6 Hari

26 Sopir Lolos di Pelabuhan Gilimanuk Tanpa Rapid Test, Diamankan Satgas Denpasar dan Badung

Pertama Kali Tertinggi Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Bali, Tembus 557 Kasus

Dimana, sebagai payung hukum untuk mendukung peran serta masyarakat, sebanyak 40 Desa/Kelurahan resmi mengajukan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang diatur dalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi Senin (8/6/2020) menjelaskan berdasarkan data di Bagian Hukum dan Ham Setda Kota Denpasar, terdapat 40 Desa/Kelurahan sudah resmi mengajukan penerapan PKM dan 20 Desa dan Kelurahan sudah disetujui untuk melaksanakan PKM.

Kondisi ini tentunya menjadi sebuah semangat gotong royong untuk bersama saling mendukung penanganan Covid-19.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan PKM merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Pengecekan atau testing massal berbasis kuantitas yang digencarkan Pemkot Denpasar memerlukan dukungan maksimal masyarakat terbawah.

Sehingga terbangun pola yang saling mendukung dengan skema kuantitas tes, kecepatan dan akurasi tracking masif, partisipasi, isolasi area terdampak, dan berbagai langkah preventif, promotif dan kuratif dalam PKM.

  • Bagikan