Kluster Pasar Menurun, Penularan di Lingkungan Keluarga Sulit Dibendung

  • Bagikan
Kluster Pasar Menurun, Penularan di Lingkungan Keluarga Sulit Dibendung
Ilustrasi Covid-19 ( foto ist ccovid-19-Denpasar)
KEMBARA.ID,DENPASAR-Penyebaran dan penularan covid-19 di kluster pasar di Kota Denpasar perlahan mulai menurun. Namun kluster baru yang mulai meningkat yakni penularan di lingkungan keluarga.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, menyampaikan penularan lewat kluster keluarga sulit dibendung.

“Jika dilihat data kasus, untuk klaster pasar memang saat ini sudah menurun, namun demikian penularan di keluarga memang masih terjadi dan sulit dibendung,” kata  Juri Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawnacarai di ruanganya, Minggu (28/6/2020).

Baca juga:

Pasien PDP asal Pemogan Denpasar Meninggal Dunia, Tujuh OTG Positif Covid-19

Lagi,Tambah Dua Orang Meninggal Dunia, Total 13 Orang, Kasus Covid – 19 di Bali 1.414 Orang

Pertama Kali di Bali, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 106 Pasien Baru

Tiba di Bandara dengan Pesawat Garuda Indonesia, Penumpang ini Ternyata Positif Covid-19

Dia mengatakan, hal ini memerlukan kerjasama seluruh masyarakat, jadi semua wajib mengetahui dan peduli dengan riwayat anggota keluarga, sanak saudara sekitar ataupun tetangga, serta lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya di lingkungan keluarga dan rumah tinggal.

Dewa Rai menjelaskan dua klaster baru yakni klaster kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah serta klaster pasar yang menular ke keluarga menjadi catatan serius GTPP saat ini.

Lebih lanjut dijelaskan, kewaspadaan masyarakat bukan berarti menutup segala pergerakan, melainkan tetap bisa beraktifitas, namun dengan sebuah kebiasaan baru.

Yakni menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta menghindari kerumunan.

“Itu (protokol kesehatan) merupakan satu paket, satu kesatuan yang utuh yang wajib diterapkan saat beraktifitas dimanapun dan kapanpun selama kasus Covid-19 ini masih ditemukan, sehingga masyarakat tetap bisa aman beraktifitas baik itu bekerja dan berjualan  dengan saling menjaga sesama,” jelasnya

Dewa Rai menambahkan penemuan OTG saat ini masih terus terjadi. Bahkan jumlah OTG untuk 1 orang positif pun bisa mencapai puluhan orang.

  • Bagikan