Keluarga dan Grup Cancel ke Bali, Hotel, Restoran, dan Pengusaha Transportasi Merana

  • Bagikan
Keluarga dan Grup Cancel ke Bali, Hotel, Restoran, dan Pengusaha Transportasi Merana
Ilustrasi Pantai Kuta Sepi wisatawan. Foto/kumparan/bisnis.com
KEMBARA.ID, DENPASAR-Perhotel, restoran, pengelola destinasi wisata dan pengusaha transportasi di Bali paling banyak terkena dampak kebijakan baru Pemerintah Provinsi Bali yang diumumkan Gubenur I Wayan Koster Selasa (15/12/2020).

Pengumuman surat edaran itu, terdapat tujuh poin penting termasuk ketentuan ketat bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki Bali selama liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Hal yang memberatkan wisataman ke Bali yakni ketentuan terkait tes PCR dan tes rapid antigen yang diumumkan H-2 jelang keberangkatan wisatawan menuju Bali mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Keluarga dan grup wisataman langsung cancel keberangkatan ke Bali.

Arus pembatalan masih akan terus bertambah.

Pengusaha pariwisata di Bali ditengah pandemi ini tak tahu harus berbuat apa.

Mereka bakal lama menderita secara ekonomi ditengah pandemi covid-19.

Padahal Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali baru saja secara besar-besaran kembali mempromosikan Bali lewat program “We Love Bali” yang telah menelan anggaran ratusan miliar rupiah.

“Tadi saja ada beberapa yang cancel, grup atau keluarga yang mestinya liburan di bulan akhir Desember sudah cancel, ” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Hotel General Manager Association (DPP IHGMA) I Made Ramia Adnyana seperti dikutip kembara.id dari CNBC Indonesia, Selasa (15/12).

Menurut dia, inilah pengeluhan sejumlah pengusaha pariwisata pasca pengumuman surat edaran pemerintah provinsi Bali kemarin.

“Ini keluh kesah teman-teman saya sampaikan,” tegasnya.

Belum sehari pengumuman tersebut, sudah ada rombongan keluarga yang membatalkan liburan ke Bali yang telah dipersiapkan jauh hari.

“Potensi pembatalan perjalanan ke Bali bakal terus bertambah,” katanya.

Menurut dia, bertambahnya regulasi ini bakal mengurungkan niat orang ke Bali.

Ada kekhawatiran akan banyak pembatalan perjalanan ke Bali.

Meski demikian, pihaknya tetap berusaha menjelaskan kepada tamu agar tetap datang ke Bali.

Karena sejumlah destinasi Bali telah menerapkan protokol kesehatan ketat.

  • Bagikan