Karyawan dan Direktur Bali United Youth di PHK, Begini Tanggapan Coach Teco

  • Bagikan
Karyawan dan Direktur Bali United Youth di PHK, Begini Tanggapan Coach Teco
Direktur Bali United Youth Wayan Arsana (kanan). (Instagram wayan_cecuk_arsana)
KEMBARA.ID, DENPASAR – Pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia berdampak pada sepakbola tanah air.

Klub se-mapan Bali United (juara Liga I Indonesia 2019) yang adalah satu satunya klub bola di Asia Tenggara yang telah IPO (Initial public offering) atau melantai di Bursa Efek Indonesia, telah memecat karyawan dan pelatih tim usia muda – nya.

Mereka yang bekerja untuk Bali United di Jakarta dan di Bali, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menerima kebijakan dirumahkan.

Terbaru, 6 April 2020, manajemen memecat karyawan yang telah bekerja selama empat tahun yakni Media Officer Klub, Ngurah Wirya Darma.

Kemudian, sepekan dari kejadian itu, beberapa pelatih Bali United Youth (Bali United usia muda) diputus kontrak kerja yakni Wayan Arsana (Direktur Bali United Youth), pelatih kiper Kadek Wardana, pelatih Bali United U-16, Sandika Pratama dan beberapa staf pelatih lainnya.

Pelatih yang masih dipertahankan yakni I Made Pasek Wijaya, I Gde Mahatma Dharma, dan Rasid.

Keputusan manajemen Bali United ini, mau tak mau harus ditempuh.

Apalagi, PSSI Pusat telah mengeluarkan keputusan penghentian sementara kompetisi sepakbola di Indonesia hingga 29 Mei 2020.

Status kompetisi sepakbola Indonesia saat ini ditetapkan PSSI dan PT LIB, force majeure (kejadian diluar kemampuan manusia) setelah merebak wabah virus Corona atau Covid- 19 di Indonesia dan dunia.

Selanjutnya, bagaimana nasib karyawan, staf pelatih, dan kitman tim yang telah di PHK dan dirumahkan, akankah dipanggil pulang?

Informasi yang dihimpun KEMBARA. ID, kabarnya manajemen akan kembali memanggil mereka untuk bekerja setelah semua kembali normal.

Karena saat ini, manajemen harus melakukan perampingan dan penghematan, sehingga kebijakan tersebut diambil.

Manajemen Bali United berusaha menekan biaya pengeluaran, demi menjaga ritme keuangan agar tim tetap survive (bertahan) saat Liga I Indonesia kembali bergulir awal Juli 2020 sesuai rencana PSSI dan PT LIB.

  • Bagikan