Kapolresta Akui PKM Denpasar Picu Hal Ini

  • Bagikan
Kapolresta Akui PKM Denpasar Picu Hal Ini
Penerapan PKM di Pos Pantau Terpadu simpang Jalan Gatot Subroto-Jalan Kebo Iwa, Denpasar. (Istimewa)
KEMBARA.ID,DENPASAR-Hampir sepekan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dijalankan di Denpasar.

Dampak positif dan negatif program ini telah diketahui pihak Polresta Denpasar, khususnya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dampak positif dari kegiatan ini, menurut Polresta Denpasar yakni kamtibmas bisa dikendalikan, bahkan berkurang setelah empat hari PKM berlangsung.

Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Pandjaitan, dilansir Covid.id Denpasar, Selasa (19/5/2020), menjelaskan secara umum gangguan kamtibmas mengalami penurunan, dan masyarakat berperan serta displin mengikuti arahan pemerintah.

“Prinsipnya adalah dari awal sudah kita jelaskan bahwa Polri sangat mendukung. Dan saat ini Kepolisian RI sudah melaksanakan kegiatan operasi ketupat dan aman nusa, kami ada beberapa pos penyekatan dan pos pengamanan di empat titik lokasi,” kata AKBP Jansen Avitus Pandjaitan.

Jansen memastikan Polri yang bersinergi dengan Pemkot Denpasar telah melaksanakan tugas dengan baik.

Sehingga, dari kegiatan ini diharapkan bisa memastikan masyarakat disiplin serta meminimalisir keresahan di masyarakat.

“Diharapkan masyarakat memahami makna PKM ini adalah untuk mendisiplinkan masyarakat dalam mencegah covid 19.

Karena hanya dengan bergotong royong atau bekerja sama seluruh elemen masyarakat wabah covid-19 ini dapat kita atasi bersama,” paparnya.

Menurut dia, dengan pelaksanaan PKM ini tentu dapat mempersempit peluang bagi mereka yang hendak menciptakan gangguan kamtibmas di masyarakat.

Pihak Polresta juga meminta warga disiplin menjalankan protokol kesehatan selama pandemic covid-19 melanda negara ini.

“Kita harus memastikan bahwa masyarakat yang berlalu lalang memiliki kepentingan yang jelas, serta mampu mendisiplinkan masyarakat dengan membiasakan diri menggunakan masker dan protokol kesehatan,” katanya.

Selain 70 personil yang sudah disiagakan selama ini, Polresta Denpasar juga menambah 34 personel untuk pelaksanaan patroli dan penjagaan di pos perbatasan.

Jansen berharap gerakan bersama berdampak terhadap kedisiplinan masyarakat, bisa tumbuh sendiri tanpa harus adanya sanksi yang tentunya akan diberikan kepada masyarakat yang tidak mengindahkannya.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat dapat lebih sadar bahwa dengan bekerja sama dan bergotong royong, wabah covid-19 ini dapat segera kita atasi bersama,” katanya.

  • Bagikan