Jumlah Pasien Positif Virus Corona di Bali Capai 262 Orang, Dewa Indra: Disiplin Warga Masih Longgar

  • Bagikan
Jumlah Pasien Positif Virus Corona di Bali Capai 262 Orang, Dewa Indra: Disiplin Warga Masih Longgar
Ilustrasi Rapid test. (Humas Pemkot Makassar)
KEMBARA.ID, DENPASAR – Jumlah kumulatif pasien positif Covid – 19 di Bali, Minggu (3/5/2020), menembus angka 262 orang akibat penambahan 25 kasus positif dalam sehari.

Jumlah ini, menandakan bahwa warga belum sepenuhnya menjalankan upaya – upaya penanganan Covid – 19 di Bali.

Disiplin warga masih longgar.

Dari jumlah pasien positif 262 orang, terdiri dari 25 orang WNI, yakni 3 orang PMI dan 22 orang Transmisi Lokal. Masih hal yang sama yakni transmisi lokal sangat mendominasi.

Made Dewa Indra, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Bali, Minggu (3/5/2020), menjelaskan, beberapa update kebijakan yakni jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 90 Orang.

” Hal ini juga berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19,” tegas Dewa Indra.

Upaya tersebut, dijelaskan dia, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” kata dia.

Selain itu, ia menambahkan, Gubernur Bali juga telah menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 303/04-G/HK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali.

Dalam keputusan tersebut, status tanggap darurat diperpanjang dari tanggal 30 April – 30 Mei 2020.

Status tanggap darurat seterusnya akan dievaluasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan.

Surat Gubernur Bali nomor 511/3222/Dishub, tentang Pengendalian Pintu Masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020, pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriyah mulai berlaku dari tanggal 1 Mei 2020.

“Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua (2) fungsi,” ujarnya.

  • Bagikan