Jadwal Terbang Pramugari Mia Zet Wadu dan Ananda Lestari Berubah Last Minute

  • Bagikan
Jadwal Terbang Pramugari Mia Zet Wadu dan Ananda Lestari Berubah Last Minute
Jadwal Pramugari Sriwijaya Air Mia Zet Wadu dan Ananda Lestari Berubah Last Minute

KEMBARA.ID- Fakta-fakta terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 perlahan terungkap.

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu pukul 14.36 WIB.

Lalu sekitar pukul 14.40 WIB, pesawat nahas itu dinyatakan hilang kontak.

Setelah dilakukan pencarian, pesawat itu diketahu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Salah satu korban dalam kecelakaan itu adalah pramugari berdarah NTT Bali, Mia Zet Wadu.

Diketahui, jadwal penerbangan Mia dan rekannya Ananda Lestari berubah last minute.

Ananda yang semula ditugaskan dalam penerbangan tersebut kemudian diganti dengan penerbangan ke Makassar.

Begitu pula yang dialami Mia, wanita yang berdomisili di Denpasar itu sebenarnya bukan ditugaskan terbang ke Pontianak namun, jadwalnya kemudian berubah.

“Iye, Alhamdulillah ibu, bukanji ajalku kasian, kenapa tiba-tiba ruteku ke Makassar, padahal tadinya mau di pesawat itu,” ucap Bibi Ananda, Nurpiana menirukan ucapan keponakannya saat ia ditelepon dikutip dari Tribun Timur.

Nurpiana mengaku sempat syok karena Ananda sempat berkomunikasi dengannya memberitahukan rencana terbang ke Pontianak.

Nurpiana pun berusaha menelpon Ananda dan kemudian mendapat kabar jadwal Ananda diubah.

“Setelah tersambung ke telepon Ananda, saya langsung mengucap syukur karena ternyata dia tidak ikut dalam penerbangan itu,” ujarnya.

Sementara itu, perubahan jadwal penerbangan almarhumah Mia diakui oleh sang Kakak, Ardi Samuel Cornelis Wadu (25).

Ia belum mengetahui alasan pergantian jadwal Mia tersebut.

“Dia seharusnya tidak di penerbangan itu, karena tiba-tiba jadwalnya di-switch,” ucap Ardi.

Jenazah Mia Terindentifikasi Diketahui jenazah Mia telah teridentifikasi oleh tim DVI Polri.

Pihak keluarga kini sedang menunggu proses penyerahan jenazah untuk dikebumikan.

“Masih rembug keluarga dengan pertimbangan dijemput atau menunggu di Bali. Pertimbangannya cuaca dan Covid 19, yang jelas kami tunggu panggilan dari Jakarta untuk membawa (jenazah) ke Bali,” ungkap perwakilan keluarga, Johny Lay dikutip dari Tribun Bali.(*)

  • Bagikan