Istri Selingkuh hingga Habisi Bayi Berusia 9 Bulan, Suami: Itu Kesalahan Saya

  • Bagikan
Istri Selingkuh hingga Habisi Bayi Berusia 9 Bulan, Suami: Itu Kesalahan Saya
Ilustrasi selingkuh.
Istri Selingkuh hingga Habisi Bayi Berusia 9 Bulan, Suami: Itu Kesalahan Saya

KEMBARA.ID- AO (35) dan selingkuhannya MA (43) tega menghabisi nyawa bayi berusia 9 bulan. Kasus itu terjadi Kecamatan Telukbetung, Bandar Lampung.

Suami pelaku, Fery (34) mengaku istrinya berselingkuh karena kesalahannya.Dia juga tak menaruh curiga wanita yang telah dinikahinya selama 5 tahun itu menjalani cinta terlarang dibelakangnya.

Kini AO dan MA telah ditahan karena menghabisi bayi berusia 9 bulan.

Fery merasa memiliki andil hingga istrinya berselingkuh karena AO mengaku padanya bahwa kerap diajarkan tentang agama oleh MA.

Istri Anggota TNI Kencan Bareng Senior saat Suami Tugas di Pos Berbahaya Papua, Diakui Sebanyak 20 Kali

“Mungkin kalau sampai istri saya selingkuh, itu karena kesalahan saya. Karena saya jarang mengajari dia soal agama,” kata Fery dikutip dari Tribun Lampung, Kamis 25 Februari 2021.

Selain itu, AO mengaku pada Fery bahwa tak memiliki niat untuk membunuh darah dagingnya. AO menghabisi bayi tersebut karena dijanjikan bakal hidup sukses dengan MA.

Tetap Setia Fery mengaku akan tetap setia menunggu AO hingga keluar dari penjara.

Dia juga setia mengunjungi AO di tahanan Polsek Telukbetung untuk memberikan perhatian pada istrinya.

Ia mengungkapkan, kesalahan AO yaitu berselingkuh. Sedangkan, bayi yang meninggal bukan kesalahan AO.

Fery menduga istrinya terkena “guna-guna” MA.

“Setahu saya, dia (MA) ini memang tukang rusak hubungan rumah tangga orang,” ucap Fery.

Terancam Hukuman Mati

Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto mengatakan, kedua tersangka terancam hukuman mati.

Keduanya dijerat pasal 340.

Budianto mengungkapkan dari hasil autopsi ditemukan bekas kekerasan fisik di dada korban.

MA mengurut dada korban agar ramuan yang dicekoki ke mulut korban masuk ke dalam tubuhnya.

“Korban meninggal bukan hanya karena dicekoki air ramuan gula, tapi juga ditemukan bekas kekerasan,” jelas Budianto.(*)

  • Bagikan