Ibu Muda Akhiri Hidup di Pohon Coklat, Komang Wika Tak Pernah Bayangkan Istrinya Senekat Itu

  • Bagikan
Ibu Muda Akhiri Hidup di Pohon Coklat, Komang Wika Tak Pernah Bayangkan Istrinya Senekat Itu
ilustrasi.
KEMBARA.ID- Kasus gantung diri kembali terjadi di wilayah Bali.

Kali ini menimpa Ni Kadek Murnianti (33), warga Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Senin (23/6/2020)

Jasad Murnianti ditemukan tergantung di pohon coklat di kebun korban.

Usut punya usut, kasus gantung diri itu berawal saat Murnianti mengeluh ke suaminya Komang Wika (39) bahwa korban merasakan sakit pada bagian perutnya pada Minggu (22/6/2020).

Namun, Wika tak menanggapi serius keluhan Murnianti.

Baca juga:

Ibu Hamil Meninggal Terinfeksi Covid-19, Alami Gagal Jantung dan Sesak Nafas

TERKINI, Pasien Positif Virus Corona di Bali Capai 1.116 Orang, 9 Orang Meninggal

Pasien Corona Meninggal, Dua Gang di Jalan Ternate Denpasar Diisolasi, 23 Warga Jalani Swab Test

Apalagi, pada waktu yang sama Wika mendapat kabar bahwa kerabatnya mengalami luka karena terkena sabit.

Wika pun bergegas ke rumah kerabatnya.

“Sepulang dari rumah kerabatnya sekitar pukul 23.30, suami korban tidak mendapati istrinya berada di rumah. Sehingga menanyakan kepada anggota keluarganya namun tidak mengetahui keberadaan istrinya,” ungkap Kapolsek Rendang Kompol Made Sudartawan dikutip dari Radar Bali.

Baca juga:

John Kei Buka Suara Setelah Ditangkap Polisi, Ini Pengakuannya Soal Nus Kei

Ingin John Kei Tak Libatkan Orang Lain, Nus Kei: Saya Gentleman

Terungkap John Kei Beri Sinyal pada Anak Buah untuk Habisi Nyawa Pamannya

Pencarian pun dilakukan pada malam itu, namun Murnianti tak kunjung ditemukan.

Pencarian kembali dilakukan pada keesokan harinya (23/6/2020) oleh suami, orangtua korban, dan beberapa kerabat.

Betapa kagetnya orangtua korban ketika melihat jasad putrinya tengah tergantung di pohon coklat.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita.

Pihak keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rendang.

“Diduga korban mengalami depresi akibat masalah rumah tangga,” kata Sudartawan.

Disclaimer

Artikel ini tidak diterbitkan untuk mengarahkan seseorang melakukan aksi bunuh diri. Jika pembaca merasa adanya gejala depresi agar segera berkonsultasi pada psikolog atau psikiater

  • Bagikan