Heboh, Bule Tewas di Jalan Merak II Kuta Bali, Seketika Bibir dan Kuku Membiru

  • Bagikan
Heboh, Bule Tewas di Jalan Merak II Kuta Bali, Seketika Bibir dan Kuku Membiru
Heboh, Bule Tewas di Jalan Merak II Kuta Bali, Seketika Bibir dan Kuku Membiru. (DOK ISTIMEWA)
KEMBARA.ID- Bule Inggris, Stuart James Kelly (53) ditemukan terkapar di Jalan Merak II, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu (9/5/2020).

Kasus tersebut ditangani Polsek Kuta Selatan

Kepada Polisi, Gede Wijana, Kelian Dinas Banjar Santi Karya mengungkapkan, awalnya Stuart terlihat mengayuh sepeda.

Baca juga: Update Covid-19: OTG Ancam Denpasar

Baca juga: Suami Jaga Pos Covid-19 di Buleleng, Istri Akhiri Hidup dengan Tragis

Namun, diduga karena kelelahan Stuart tiba-tiba terjatuh dari sepedanya lalu tak sadarkan diri.

Keterangan itu didapatkan Wijana dari beberapa warganya yang berada di TKP.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Wijana lalu berinisiatif menghubungi tim medis KBS Desa Ungasan.

Tim medis yang tiba di TKP langsung melakukan pemeriksaan dan diketahui Stuart telah meninggal dunia.

Baca juga: Mami Lisa Asal Sidoarjo Kendalikan 600 PSK Mulai Karyawan, SPG, hingga Mahasiswi

Baca juga: Miris, Keluarga ABK Indonesia yang Tewas di Kapal China: Kami Dibohongi, Pengalaman Pahit Terungkap Setahun Kemudian

Kondisi bibir dan kuku Stuart pun terlihat membiru.

Peristiwa itu juga dibenarkan Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai.

Yusak mengatakan, korban yang tinggal di Jalan Nuansa Udayana V-2A, Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan itu diduga kelelahan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Stuart lalu dievakuasi menuju RSUP Sanglah.

Pengakuan Istri Korban

Sementara itu, Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada mendapat pengakuan dari istri korban, Tuti bahwa suaminya memiliki riwayat sakit jantung.

Stuart dievakuasi menggunakan ambulans khusus Satgas Covid-19.

Darmada menjelaskan, selama pandemi virus corona telah disepakati pengangkutan jenazah yang meninggal di jalanan harus menggunakan ambulans Satgas Covid-19.

Langkah itu merupakan protokoler penanganan covid-19.

Walaupun, pengakuan istri korban, suaminya memiliki riwayat sakit jantung.

Kewaspadaan tetap menjadi acuan utama dalam penanganan jenazah selama pandemi virus corona.(*)

  • Bagikan