Gubernur Koster Resmikan Gedung SMK di Karangasem

  • Bagikan
Gubernur Koster Resmikan Gedung SMK di Karangasem
Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Gedung Ruang Praktek Siswa Tata Boga SMK Giri Pendawa di Desa Nongan, Kabupaten Karangasem, Senin (30/11). Foto/ist
KEMBARA.ID, KARANGASEM – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Gedung Ruang Praktek Siswa Tata Boga SMK Giri Pendawa di Desa Nongan, Kabupaten Karangasem, Senin (30/11).

Gedung ini diresmikan tepat di Hari Purnama Keenam dirangkaikan pula dengan upacara Pemelaspasan Gedung yang dilaksanakan pada pagi harinya.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pendidikan menengah setingkat SMA/SMK merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Oleh karena itu, pihaknya sudah memetakan semua kabupaten/kota di Bali agar memiliki sekolah dengan daya tampung yang cukup untuk menerima para lulusan SMP di Bali, baik melalui sekolah negeri maupun swasta.

“Target saya adalah pada tahun 2022 tidak ada lagi lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA/SMK,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali.

Kabupaten Karangasem menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian mantan anggota DPR tiga periode.

Menurutnya tahun ini ada pembangunan SMA di Kecamatan Abang dan SMK di Kecamatan Kubu.

“Tahun depan ada lagi di Kecamatan yang lain,” sebut putra Desa Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur Koster menjadikan Kabupaten Karangasem sebagai salah satu prioritas pembangunan karena Karangasem termasuk daerah yang tertinggal dibandingkan dengan Kabupaten lain di Provinsi Bali.

Menurut mantan anggota Badan Anggaran DPR RI, bantuan yang diperoleh SMK Giri Pendawa tergolong sangat besar untuk satu tahun anggaran.

Hal ini patut disyukuri oleh pemimpin maupun masyarakat sekitar.

Seperti dilaporkan panitia, pembangunan gedung seluas 330 m2 menghabiskan biaya sebesar Rp 1,3 miliar ditambah peralatan laboratorium sebesar Rp 750 juta sehingga total anggaran sebesar Rp 2,050 miliar, dan selesai dilaksanakan serta diresmikan lebih cepat dari waktu yang seharusnya yakni 1 Desember 2020.

Sumber dana pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan SMK Disdikpora Provinsi Bali dan mulai dikerjakan pada tanggal 5 Juli 2020 secara swakelola.

“Saya berharap sekolah ini akan bisa dikembangkan terus.

  • Bagikan