Gubernur dan Kapolda Bali Pantau Penerapan Prokes dan Lautan Sampah di Pantai Kuta

  • Bagikan
Gubernur dan Kapolda Bali Pantau Penerapan Prokes dan Lautan Sampah di Pantai Kuta
Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra memantau langsung pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di destinasi wisata di Kabupaten Badung, mulai dari Pantai Kuta, Pantai Petitenget, dan Pantai Batu Bolong di Canggu, pada Jumat (1/1/2021) Pukul 15.00 WITA.
KEMBARA.ID, BADUNG – Ditengah padatnya kegiatan penanganan pandemi Covid-19, dan menerima masyarakat serta tamu penting dari Pusat, Gubernur Bali Wayan Koster menyempatkan diri memantau langsung pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung, mulai dari Pantai Kuta, Pantai Petitenget, dan Pantai Batu Bolong di Canggu, pada Jumat (1/1/2021) Pukul 15.00 WITA sore bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Dengan suasana hujan gerimis, Gubernur Koster yang didampingi Kasat Pol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi di Pantai Kuta melihat tidak banyak ada wisatawan atau masyarakat yang berkerumun.

Namun, sebagian pengunjung yang menikmati Pantai Kuta tersebut mengeluh dihadapan Gubernur Koster terkait menumpuknya berbagai jenis sampah di sepanjang pesisir Pantai Kuta, seperti sampah plastik, kayu, hingga sampah dari styrofoam.

Atas kondisi itu, Gubernur Bali yang komitmen melakukan perjuangan pengurangan plastik sekali pakai ini dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, berharap kebersihan pesisir Pantai Kuta agar mendapat perhatian serius dan segera dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Pemda Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta yang dilengkapi Posko dengan sarana dan prasarananya serta tenaga yang memadai, sehingga bisa bertindak cepat dalam hitungan jam untuk membersihkan sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba.

Apalagi di dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, yakni di musim hujan dan banyak wisatawan yang berkunjung, maka sistem pengelolaan sampah harus berfungsi dalam 24 jam penuh, sehingga tidak perlu menunggu hari besok.

Untuk itu penanganan sampah ini harus cepat, cepat, dan cepat dikerjakan,” tegasnya sembari mengatakan karena pada setiap musim hujan selalu terjadi adanya sampah kiriman di Pantai Kuta, maka kejadian yang sudah berulang setiap tahun ini sudah seharusnya dibuatkan sistem penanganan khusus yang melibatkan Desa Adat.

Usai melakukan kunjungan ke Pantai Kuta, selanjutnya Gubernur Koster bersama Kapolda Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengunjungi Pantai Petitenget.

  • Bagikan