Gubernur Bali Wayan Koster Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 Hingga 30 Mei 2020

  • Bagikan
Gubernur Bali Wayan Koster Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 Hingga 30 Mei 2020
Ketua Harian Gugus Tugas Percepata Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra (foto: Istimewa/Humas Pemprov Bali)
KEMBARA.ID, DENPASAR – Status tanggap darurat penanggulangan Covid – 19 di Bali diperpanjang hingga 30 Mei mendatang.

Hal ini telah diumumkan Pemerintah Provinsi Bali, Jumat (1/5/2020).

Gubernur Bali I Wayan Koster telah menerbitkan SK Gubernur tentang penetapan perpanjangan status tanggap darurat Covid – 19.

“Gubernur Bali telah menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 303/04-G/HK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Dewa Indra mengatakan, dalam keputusan tersebut, status tanggap darurat diperpanjang dari tanggal 30 April – 30 Mei 2020.

Status tanggap darurat seterusnya akan dievaluasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan.

Sebelumnya, dalam laporan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid – 19 Provinsi Bali, Jumat (1/5/2020), mengonfirmasi tambahan kasus positif sebanyak 13 orang.

Dari jumlah ini, bukan didominasi imported case atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) lagi, melainkan transmisi lokal (kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat).

Terkonfirmasi, pada hari ini sebanyak sembilan orang positif di Bali berasal dari transmisi lokal.

“Jumlah kumulatif pasien positif 235 orang (Bertambah 13 orang WNI, terdiri dari 4 orang PMI dan 9 orang Transmisi Lokal),” kata Dewa Made Indra, Ketua Harian Gugus Tugas Covid – 19 Bali.

Dia merincikan, sementara itu, jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 121 orang (bertambah 8 orang WNI, terdiri dari 7 orang PMI dan 1 orang non PMI).

” Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 4 orang. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 114 orang yang berada di 10 rumah sakit, dan dikarantina (Bapelkesmas),” jelasnya.(*)

  • Bagikan