Dua Penderita Covid-19 Berat Meninggal Bersamaan dalam Sehari di Jembrana

  • Bagikan
Dua Penderita Covid-19 Berat Meninggal Bersamaan dalam Sehari di Jembrana
Ilustrasi ambulans jenasah (foto ist)
KEMBARA.ID, JEMBRANA-Pasien meninggal dunia di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali tercatat telah mencapai 17 orang.

Data yang diperoleh, pada Sabtu (19/12/2020) sore, terdapat dua pasien meninggal dunia hampir bersamaan. Satu pasien meninggal dalam usia masih muda. Ia bekerja sebagai pengusaha.

Sementara itu, satu pasien lainnya yang meninggal dunia merupakan wanita berusia 60 tahun. Keduanya menderita dengan konfirmasi Covid-19 berat.

Pasien meninggal dunia pertama berasal dari lingkungan Satria, Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana.

Pasien meninggal lainnya ialah pasien seorang perempuan dari Loloan Barat.

Seperti dilansir dari radarbali.jawapos.com, Plt Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, mengatakan kedua pasien meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan Sabtu (19/12/2020) sore.

Sementara itu, dikutip dari tribunbali. com, dua pasien meninggal dunia ini menderita covid-19 berat.

“Pasien dengan covid-19 berat, pneumonia, DM tipe 2 untuk kedua pasien tersebut,” kata Humas Satgas Penanganan Covid-19,Arisantha Minggu (20/12/2020).

Menurut dr Arisantha, pasien pertama yang meninggal dunia menjalani perawatan selama lima hari sejak 14 Desember 2020.

Pasien meninggal ini sebelumnya menderita keluhan demam, lemas, sesak, batuk-batuk dengan gambaran pneumonia.

Akhirnya meninggal dunia, Sabtu (19/12/2020) pukul 16.30 Wita

Pasien kedua yang meninggal mengalami keluhan serupa.

Jenasah keduanya telah ditanggni dengan standar pemakaman Covid-19 oleh petugas.

“Yang pasien satu dari Pendem akan dikremasi di Bangli.

Yang dari Loloan barat sudah dimakamkan dengan protokol pemakaman jenazah di Loloan Barat,” kata dr Arisantha.

Saat ini, Jembrana berada di zona kuning covid-19.

Sewaktu waktu bisa saja berubah ke zona orange sebagai indikator daerah penularan covid-19 .

Jembrana tak pernah luput dari pantauan tim Satgas Covid-19 Pusat.

Setiap minggu akan ada evaluasi di setiap daerah.

Indikator evaluasi pun beragam.

“Tidak hanya penambahan jumlah kasus positif, tapi juga melihat angka kesembuhan, termasuk jumlah tes yang dilakukan,” terangnya.

  • Bagikan