Dentuman Keras di Bali Mirip Peristiwa di Bone, Kala itu NASA: Ada Meteor Berdiameter 10 Meter yang Jatuh

  • Bagikan
Dentuman Keras di Bali Mirip Peristiwa di Bone, Kala itu NASA: Ada Meteor Berdiameter 10 Meter yang Jatuh
Ilustrasi- Sebuah video yang diduga meteor jatuh berlokasi di Probolinggo beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019).(Facebook: Epank Kerrong Emmak)
Dentuman Keras di Bali Mirip Peristiwa di Bone, Kala itu NASA: Ada Meteor Berdiameter 10 Meter yang Jatuh

KEMBARA.ID- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan), Thomas Djamaluddin menyebut peristiwa dentuman keras di Bali mirip dengan peristiwa yang terjadi di Bone, Sulawesi Selatan pada 8 Oktober 2009 lalu.

Pada kasus di Bone, warga melihat adanya jejak asap di langit yang diikuti dengan suara ledakan keras hingga menyebabkan getaran pada kaca jendela.

Ketika itu, Lapan menduga kejadian Bone disebabkan adanya meteor besar yang jatuh.

Video Detik-detik Dentuman Keras di Bali, Terlihat Benda Asing Menyerupai Meteor Jatuh di Laut Bali

Thomas mengatakan dugaan itu terbukti, beberapa waktu kemudian peneliti NASA yang melakukan penelitian menggunakan data infrasound mengindikasikan adanya asteroid jatuh di Bone dengan perkiraan berdiameter 10 meter.

“Belakangan diketahui juga seismograf BMKG terdekat merekam getaran 1,9 magnitudo,” ujar Thomas dikutip dari Kompas.com.

Jika dibandingkan dengan kasus dentuman di Bali maka, ditemukan beberapa kesamaan.

UPDATE Dentuman Suara Keras Bali: Warga Lihat Objek Langit Melintas saat Upacara Adat, Ini Penjelasan BMKG

Pada kasus dentuman di Bali, Minggu (24/1/2021), warga juga melihat adanya benda asing yang bergerak di langit.

Terdengar pula suara ledakan atau dentuman.

Dan yang terakhir, beberapa warga juga merasakan adanya getaran.

Dentuman Suara Misterius Terdengar Keras di Bali, Masih Ditelusuri di Laut atau Darat

Getaran tersebut juga sesuai dengan data sensor gempa milik BMKG di Singaraja dimana, tercatat adanya getaran selama 20 detik sekira pukul 10.27 WITA. “Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, ada kemiripan. Sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya asteroid besar yang jatuh,” ucap Thomas.

Ia menduga suara dentuman yang terdengar berasal dari gelombang kejut yang ditimbulkan asteroid atau meteor itu.

Menurutnya, ukuran asteroid yang jatuh di Bali lebih kecil daripada yang jatuh di Bone.(*)

  • Bagikan