Curhat Warga Isolasi Tonja Denpasar: Alami Batuk Tak Diberikan Obat, Logistik pun Lambat

  • Bagikan
Curhat Warga Isolasi Tonja Denpasar: Alami Batuk Tak Diberikan Obat, Logistik pun Lambat
Warga menyampaikan aspirasi kepada Lurah Tonja di Gatsu 1/18, Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Bali, Minggu (3/5/2020). (Tribun Bali)
KEMBARA.ID, DENPASAR- Warga Jalan Gatot Subroto (Gatsu) 1/18, Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Bali telah diisolasi sejak seorang warganya meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (covid-19).

Seorang warga yang diisolasi, Rohma (48) menyampaikan keluhannya selama menjalani isolasi.

Keluhan itu diutarakannya ketika disambangi Lurah Tonja, Ade Indahsari Putri, Minggu (3/5/2020).

Rohma mengatakan, dirinya dan warga melakukan rapid test kala itu.

Hasil rapid test Rohma menunjukan non reaktif.

Walaupun hasilnya non reaktif, dirinya bersama seluruh warga diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Selama menjalankan isolasi itu, Rohma mengaku mengalami batuk.

Sesuai arahan pemerintah, jika ada warga yang merasakan gejala demam, batuk, dan sesak nafas agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Saya minta obat, jawabannya, obat tidak perlu karena ibu batuk ringan,” ujar Rohma menirukan jawaban tim medis.

Selain itu, dirinya juga menyesalkan distribusi logistik yang terbilang lamban.

Sejak diisolasi pada 29 April 2020, Rohma baru mendapatkan bantuan logistik pada hari ini (3/5/2020).

Bahkan, saat distribusi logistik lambat, Rohma diminta menelepon langsung Lurah untuk menyampaikan keluhannya.

“Kok warga yang disuruh aktif ini itu. Sebelumnya tidak ada sosialisasi apa-apa,” sesal Rohma.(*)

  • Bagikan