Covid-19 Masih Mengancam Denpasar, ini yang ditakuti Pemerintah & Gugus Tugas

  • Bagikan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Denpasar, Dewa Rai.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Denpasar, Dewa Rai.
KEMBARA.ID-DENPASAR-Grafik tambahan kasus posiitif covid-19 di Denpasar mulai melandai beberapa pekan terakhir.

Bahkan secara beruntun terjadi nihil kasus positif di Denpasar.

Namun, hal ini justru tidak membuat Pemerintah Kota Denpasar dan Gugus Tugas Covid-19 Denpasar tenang.

Melainkan, mereka langsung menerapkan Perwali Pembatasan Kegiatan masyarakat (PKM) dengan bekerja sama semua pihak termasuk aparat desa adat dan juga terus mendengungkan agar warga menjalankan protokol kesehatan dalam keseharian.

Faktor yang membuat Pemerintah Kota Denpasar dan Gugus Tugas Covid-19 takut yakni ancaman kasus transmisi lokal.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menegaskan, yang menjadi ancaman dalam percepatan penanganan covid 19 di Denpasar adalah kasus transmisi lokal.

“Kasus transmisi lokal lebih sulit ketika akan dilakukan tracing (penyusutan) karena kontak antara orang bisa sangat luas dan banyak,” kata Dewa Rai, Rabu (20/5/2020)

Pemkot Denpasar juga kembali melakukan “test swab massal” kepada ratusan PMI yang sedang menjalani masa karantina di sejumlah rumah singgah yang disiapkan Pemerintah Kota Denpasar. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha percepatan penanganan Covid-19.

Pemkot Denpasar bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar serta RSPTN Unud.

Pemkot bergerak cepat melaksanakan Swab Test massal dengan menyasar 140 PMI pada Senin (18/5/2020). 

Terkait hal ini I Dewa Gede Rai menjelaskan termasuk salah satu upaya percepatan penanganan Covid-19 yakni melaksanakan testing sehingga kondisi kesehatan PMI  dapat diketahui dengan jelas.

Pelaksanaan Swab Test Massal menjadi penting untuk mengambil langkah selanjutnya dalam hal ini PMI serta orang yang berstatus OTG yang sedang dikarantina. 

“Selama pelaksanaan karantina di rumah singgah, kondisi diagnosa kesehatan orang yang dikarantina belum diketahui, sehingga untuk mendukung percepatan penanganan dilaksanakan Swab Test massal dengan menggandeng IDI serta RSPTN Universitas Udayana. Mengenai hasil nya dalam dua atau tiga hari kedepan akan keluar,” tegasnya.

Dewa Rai mengatakan tentunya berharap dengan adanya bantuan dari RSPTN Unud ini kondisi status PMI akan lebih cepat diketahui, apakah yang bersangkutan positif atau negatif covid 19.

  • Bagikan