Banyak Wisatawan Cancel ke Bali, Gubernur Koster: Tidak Bisa Ditawar

  • Bagikan
Banyak Wisatawan Cancel ke Bali, Gubernur Koster: Tidak Bisa Ditawar
Gubernur Bali I Wayan Koster dan situasi di Jalan Raya Pantai Kuta Badung. Foto/ist/bisnis.com
KEMBARA.ID, DENPASAR- Banyak wisatawan domestik membatalkan ke Bali selama liburan Natal dan Tahun Baru 2021 gara – gara kebijakan dadakan Pemprov Bali terkait Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020.

Kebijakan yang diumumkan Gubenur Bali I Wayan Koster pada Selasa (15/12/2020) mewajibkan pelaku perjalanan memasuki Pulau Dewata dengan transportasi udara menunjukkan surat keterangan (Suket) hasil negatif uji Swab berbasis PCR.

Surat Edaran ini berlaku mulai 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021.

Keputusan ini diakui Gubernur Koster cukup ‘mengagetkan’ berbagai pihak mengingat waktunya yang begitu cukup mepet.

Ia menyatakan harus mengikuti arahan pemerintah pusat.

“Arahan pemerintah pusat, tes swab (untuk masuk Bali, red) dan tidak bisa ditawar.

Tidak ada argumentasi, tentu kita harus ikut (arahan pemerintah pusat,red),” kata Gubernur Koster, Rabu (16/12/2020) dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.

Menurut Gubernur Koster, pesannya adalah bahwa semua harus betul-betul memproteksi Bali jangan sampai terjadi kenaikan infeksi akibat lonjakan orang yang datang ke Bali.

“Jangan sampai penanganan kita yang sudah bagus sejauh ini akan ‘rusak’ lagi,” imbuh Gubenur Koster.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa berbagai pihak yang berkepentingan perlu duduk bersama untuk menyikapi masa-masa krusial pada liburan jelang akhir tahun.

Sebab diperkirakan bakal terjadi lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang akan berlibur ke Bali.

Hal ini dikatakan Gubernur Koster, terutama sekali menyangkut penanganan Covid-19 yang masa pandeminya belum menunjukkan tanda akan segera berakhir.

“Semula saya akan menggunakan aturan yang lama untuk persyaratan orang yang masuk ke Bali.

Tetapi dalam arahan bapak Menteri (Menko Marves, red) tanggal 14 Desember diputuskan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020,” kata Gubernur Koster.

Provinsi Bali diteruskan Gubernur, sebenarnya secara angka dan statistik sudah jauh keluar dari provinsi lain yang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Namun dalam perjalanannya, Bali tetap dapat prioritas khusus mengingat image-nya sebagai kawasan destinasi wisata dunia.

  • Bagikan