Balita 4 Tahun Kejang-kejang Lalu Meninggal, Terungkap Perlakuan Keji Ibu Tiri

  • Bagikan
Balita 4 Tahun Kejang-kejang Lalu Meninggal, Terungkap Perlakuan Keji Ibu Tiri
Balita 4 Tahun Kejang-kejang Lalu Meninggal, Terungkap Perlakuan Keji Ibu Tiri. (YOUTUBE)
KEMBARA.ID- Seorang ibu berinisial S (27) tega menghabisi anak tirinya secara sadis di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020).

Kejadian itu bermula saat korban yang berusia 4 tahun itu merapikan piringnya sehabis makan.

Ketika itu, korban menangis.

Tangisan anak tiri itu membuat S naik pitam.

Baca juga:

Franky Hercules Angkat Bicara Soal Pistol di Video Viral Bareng Ketut Ismaya

Pedagang Canang Tulari Virus Corona ke Sembilan Orang, Denpasar Catat Pasien Positif Tertinggi

Video Ketut Ismaya dan Franky Hercules Berujung di Polda Bali, Wayan Suyasa Dipanggil Polisi

Pelaku pun menganiaya korban dengan menginjak dada korban sebanyak tiga kali.

“Sempat diinjak dadanya sebanyak kurang lebih tiga kali,” kata Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso dikutip dari tvOnenews.com, Kamis (18/6/2020).

Tak mampu menguasai amarahnya, S kemudian mengambil pulpen dan menusuk dada korban sebanyak dua kali.

Seketika korban pun memuntahkan darah segar.

Baca juga:

6 Kali Swab Test Selalu Positif, Seorang Pasien Berusaha Kabur dari Ruang Isolasi Rumah Sakit

Berencana Buka Pariwisata Bali 9 Juli 2020, Koster: Ini Baru Ancang-ancang, Bukan Jadwal Pasti

Pemprov Bali Rencana Buka Destinasi Wisata untuk Warga Lokal 9 Juli 2020, Turis Domestik dan Internasional?

Pelaku pun panik dan meminta bantuan tetangganya.

Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit korban meninggal dunia.

“Perjalanan menuju ke rumah sakit korban kejang-kejang dan meninggal dunia,” ucap Santoso.

Motif Ibu Tiri

S merupakan seorang janda dengan anak satu.

Sedangkan, suaminya adalah duda dengan anak satu pula.

Dari pengakuan S kepada Polisi, dirinya tega menghabisi nyawa korban karena cemburu perlakuan suaminya pada korban dan anak dari pelaku berbeda.

“Tersangka merasa bahwa ayah korban itu perlakuan terhadap anak kandungnya dengan anak tirinya berbeda, sehingga menimbulkan rasa jengkel, sakit hati,” ungkap Santoso.

Selain itu, S mengaku korban kerap menangis ketika disuruh melakukan sesuatu olehnya.

  • Bagikan