Air Meluap Ditengah Pandemi Covid-19 di 12 Titik Denpasar, Ini Imbauan Pemkot

  • Bagikan
Air Meluap Ditengah Pandemi Covid-19 di 12 Titik Denpasar, Ini Imbauan Pemkot
Tim Gabungan Pemkot Denpasar saat atensi penanganan Genangan air di beberapa titik wilayah Kota Denpasar Sabtu (10/10). Foto ist.
KEMBARA.ID, DENPASAR – Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Denpasar pada Sabtu (10/10) pagi hingga siang hari.

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air permukaan tidak sepenuhnya dapat tertampung di drainase maupun sungai.

Sehingga, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa titik Wilayah Kota Denpasar.

Namun, hingga berita ini ditulis, seluruh titik sudah kembali normal dan tertangani oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan BPBD Kota Denpasar.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya terdapat 12 titik genangan yang terjadi yang tersebar di beberapa titik.

Yakni Jalan Gunung Salak, Monang-Maning, Segina Kertapura, Jalan Tukad Pule, Jalan Moh. Yamin, Jalan A. Yani, Jalan Kecubung, Jalan Kaliasem, Jalan Tukad Nyali, Jalan Raya Puputan, Jalan Tukad Gangga, Jalan Hang Tuah dan Jalan Cok Agung Tresna.

Kadis PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Sabtu (10/10) menjelaskan bahwa curah hujan dengan itensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kota Denpasar pada Sabtu (10/10) pagi hingga menjelang siang hari.

Tentunya kondisi ini tidak dapat dipungkiri menyebabkan meningkatnya debit air di drainase dan sungai di Kota Denpasar.

Karenanya, DPUPR Kota Denpasar yang menerjunkan 300 orang petugas bersama Tim Gabungan yang terdiri atas BPBD dan DLHK Kota Denpasar langsung melaksanakan atensi dan penanganan di 13 titik tersebut.

Selain itu, seluruh tim juga menyebar ke seluruh wilayah Kota Denpasar untuk melaksanakan pemantauan dan penanganan luberan air.

“Sejak adanya laporan kami langsung atensi dan turunkan seluruh tim, bersama Tim Gabungan sehingga secepat mungkin aktivitas dapat kembali normal, dan saat ini sudah berhasil ditangani, dan seluruh aktifitas kembali normal,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada prinsipnya sistem drainase sudah cukup baik, namun demikian mengingat curah hujan cukup tinggi disertai sumbatan sampah dan topografi yang cenderung datar membuat timbulnya genangan air saat hujan lebat dengan intensitas tinggi.

  • Bagikan