100 Kg Ikan dikirim Khusus dari Ambon untuk Pasien Covid-19, Terungkap Khasiatnya

  • Bagikan
100 Kg Ikan dikirim Khusus dari Ambon untuk Pasien Covid-19, Terungkap Khasiatnya
Ikan Kuwe (foto ist youtube)
KEMBARA.ID,JAKARTA – Menu makanan yang dikonsumsi pasien covid-19 yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet menjadi perhatian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Doni Monardo.

Makanan dinilai sebagai obat bagi para pasien covid-19. Ikan dikatakan Doni Monardo, mengandung protein dan vitamin yang baik untuk para pasien di rumah sakit darurat Wisma Atlet Jakarta.

Doni menyampaikan apresiasi kepada para petugas karena menjaga kualitas pelayanan makanan pasien.

Menu makanan ikan menjadi perhatian Doni beberapa waktu lalu. Gagasan untuk membawa ikan segar dari Maluku terwujud untuk para pasien di RS Wisma Atlet.

Ia meminta Garuda Indonesia untuk mengangkut 100 kg ikan dari Ambon ke Jakarta.

Selanjutnya ikan-ikan segar yang telah dikemas rapi dikirimkan ke dapur RS Darurat Wisma Atlet.

Ia meyakini makanan yang mengandung banyak protein dan vitamin sangat penting untuk pemulihan kondisi pasien covid-19.

“Terutama menu ikan-ikan bisa dikembangkan terus. Pasien mendapatkan makanan berkualitas.

Yakinkan makanan yang mengandung banyak protein dan vitamin,” kata Doni Monardo.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan telah mendapatkan banyak laporan dari mereka yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet.

“Para pasien senang dengan fasilitas makanan yang bagus.

Kami berharap pelayanan makanan kepada pasien di rumah sakit untuk tetap dipertahankan,” ujar Doni Monardo.

Menurutnya, makanan sangat penting untuk proses pemulihan para pasien COVID-19. Makanan bagian dari obat covid-19.

“Apabila makanan bagus, pasien akan meningkat imunitasnya. Dan otomatis akan bisa bertahan mengalahkan virus Covid yang akhirnya bisa pulih kembali,” kata Doni saat berkunjung ke RS Darurat Wisma Atlet pada hari kedua Lebaran, Senin (25/5).

RS Darurat Wisma Atlet yang aktif sejak 23 Maret 2020 telah merawat lebih dari 3.900 orang.

Hingga Minggu (24/5) jumlah pasien mencapai 963 orang yang terdiri pasien laki-laki 623 dan perempuan 340.

  • Bagikan