1.290 Anggota TNI/Polri Siap Pantau 178 Pusat Keramaian di Bali, Ini Penjelasan Asops Kasdam IX/Udayana

  • Bagikan
1.290 Anggota TNI/Polri Siap Pantau 178 Pusat Keramaian di Bali, Ini Penjelasan Asops Kasdam IX/Udayana
Ilustrasi personil TNI Kodam IX Udayana dan Polda Bali (foto Pemkot Denpasar).
KEMBARA.ID,DENPASAR-Satuan Tugas (Satgas) Pasar Modern akan segara dibentuk Gugus Tugas Percepatan Pananganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, guna mengantisipasi kluster baru covid-19 pasar modern jelang penerpan new normal di Provnisi Bali.

Aparat TNI/Polri dan satuan Polisi Pamong Praja siap memantau tugas satgas khusus di pusat keramaian seperti di mall, mini market, ataupun pasar oleh-oleh.

Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Rachmad Zulkarnaen menyatakan TNI/Polri siap untuk mendukung satgas khsusus yang bertugas di pasar modern.

 “Kami sudah menyiapkan personel sebanyak 1.290 orang yang ditugaskan memantau 178 pusat keramaian di Bali,” kata Kolonel Inf Rachmad Zulkarnaen, Rabu (1/7/2020).  

Menurut dia, pusat keramaian tersebut berupa tempat ibadah, tempat belanja, tempat wisata, fasilitas umum serta bandara.

Jika memungkinkan, personelnya siap membantu para satgas khusus untuk menertibkan pengunjung.

Baca juga:

Pertama Kali, Pasien Covid-19 Denpasar Meninggal Tanpa Penyakit Penyerta

Muncul Virus Baru Flu Babi di China, Berpotensi Jadi Pandemi, Ketut Diarmita: Masyarakat Jagan Keliru

HEBOH: Ratusan Babi Mati, Darahnya Dihisap Mahkluk Misterius, Bupati Bikin Sayembara

“Tentu masih dengan cara humanis, namun tetap menerapkan sanksi tegas bagi pengunjung yang masih tidak disiplin,” jelasnya.

Ia berharap protokol pencegahan dan kesehatan di pasar modern perlu diperjelas lagi untuk memudahkan kinerja Satgas khusus serta personelnya di lapangan.

Antisipasi Kluster Baru Pasar Modern

Pasar Modern di Bali dan pusat keramaian akan menjadi fokus perhatian Gugus Tugas Percepatan Pananganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali sebelum menjadi kluster baru seperti pasar tradisional.

Ketua GTPP Covid-19 Bali Dewa Made Indra, telah menggelar rapat dengan para pengelola pasar modern secara virtual pada Rabu (1/7/2020).

Rapat ini guna mengantisipasi terjadi kluster baru penyebaran covid-19 di mall, mini market, ataupun pasar oleh-oleh jelang penerapan tatanan hidup baru atau new normal di Bali.

Dalam rapat itu diikuti oleh Kadisperindag Kabupaten/Kota, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), serta perwakilan Pusat Perbelanjaan Oleh-Oleh di Bali.

  • Bagikan